SEKAYU, fornews.co – Masa reses yang dilakukan Anggota Komisi II DPRD Sumsel ke Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) lebih difokuskan pada sektor perikanan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sumsel, Asgianto, saat diterima Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, di Rumah Dinas Wakil Bupati Muba, Jum’at (25/6/2021).
“Bersama wakil dan anggota Komisi II DPRD Sumsel kali ini akan fokus pada sektor perikanan di Kabupaten Muba,” ujar dia.
Asgianto mengungkappkan, silahkan disampaikan dan diusulkan apa sekiranya yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Muba dari sektor perikanan. Pihaknya akan memperjuangkan usulan-usulan prioitas, agar nantinya bisa di realisasikan untuk kesejahteraan masyarakat Muba.
“Kami sengaja memilih Kabupaten Muba, karena di Komisi II DPRD Sumsel ini ada putra dan putri terbaik asal Kabupaten Muba, tentunya mereka mengemban amanah dari masyarakat sehingga bisa duduk di kursi legislative. Jadi sudah sewajarnya mereka membawa buah tangan untuk warga Muba,” ungkap dia.
Sementara, Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi menyampaikan, selamat datang di Bumi Serasan Sekate untuk rombongan Komisi II DPRD Sumsel. Terima kasih telah memilih Kabupaten Muba untuk dikunjungi.
“Kami berharap kiranya nanti ada dorongan anggaran untuk membantu Pemkab Muba dalam membangun Kabupaten Muba,” ujar dia.
Beni menjelaskan, untuk sektor perikanan, Kabupaten Muba memiliki alur sungai hampir 1500 km, bentang alur sungai Musi yang melewati daerah Muba ini sangat luas.
“Belum lagi anak sungai Musi, hampir 900 anak sungai yang sekarang jadi objek lelang lebak lebung,” jelas dia.
Kepala Dinas Perikanan Muba, Hendra Tris Tomy SSTP McDev melanjutkan, untuk sektor perikanan Pemkab Muba mengusulkan ada lima hal yang perlu bantuan dari Pemprov Sumsel. Pertama bidang budidaya, Kabupaten Muba lebih banyak nelayan tangkap dari pada nelayan budidaya.
“Karena terkendala pakan, jadi kami minta kepada Komisi II DPRD Sumsel dapat mendirikan pabrik pakan skala kecil saja untuk nelayan kami,” kata dia.
Kemudian, usulan bantuan perahu bagi nelayan tangkap, karena disini para nelayan masih secara konvensional maka perlu penambahan perahu atau revitalisasi perahu. Berikutnya, mengharapkan bantuan penyuluh perikanan, karena pihaknya masih kekurangan penyuluh, sehingga tidak cukup mencover 15 kecamatan di Kabupaten Muba.
“Usulan lainnya, kami butuh bantuan sarana prasana, berupa mesin pendingin bagi kelompok hasil pengolah ikan, agar bisa menyimpan stok ikan saat ikan sungai sedang susah. Karena Dinas Perikanan tidak punya kewenangan penangkapan terhadap pelaku illegal fishing (penyentrum ikan),” tandas dia. (aha)

















