
BATURAJA-Empat pelaku perampokan bermodus menumpang ojek, diringkus jajaran Reskrim Polsek Sosoh Buay Rayap ditempat berbeda, yang lokasinya tak jauh dari mapolsek, sekitar 23.00WIB, Senin (14/11).
Empat pelaku yang dibekuk aparat tersebut, yakni Samin (24) warga Desa Banding Agung, Kecamatan Madang Suku III OKUT; Pompi Markuris (18) warga Desa Kurup, Lubuk Batang; Makmun (20); dan Kasturi (17) warga Lekis Desa Banuayu, Lubuk Batang. Setelah diinterogasi ternyata Samin dan makmun masih saudara kandung.
Dari tangan keempat pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa, satu unit sepeda motor milik korbannya Honda Beat bernomor polisi BG 4444 FAE yang telah dijual pelaku dikawasan Madang Suku III, serta motor Yamaha Vega ZR milik pelaku.
“Motor tersebut dijual oleh Samin seharga Rp2,5 juta, dengan pembagian Kasturi Rp1,2 juta, Makmun Rp800.000 dan Samin sebesar Rp500.000,” ungkap Kapolres OKU AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP, melalui Kapolsek Sosoh Buay Rayap AKP Hidayat Amin SH, Selasa (15/11).
Modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku tersebut, sambung perwira balok tiga ini, sebelum melakukan aksinya keempat pelaku membuat rencana dikediaman Kasturi yang juga menjadi otak pelaku perampokan tersebut. kemudian keempat berbagi tugas dimana Kasturi bertugas sebagai penumpang ojek dan mencari korban, sementara Makmun sudah menunggu di lokasi kejadian, kandang ayam dekat Polsek Sosoh.
“Sementara Markuris bertindak sebagai pengintai keadaan. Kemudian Kasturi mencari tukang ojek dikawasan pasar atas, dapatlah korban Hendri yang tergiur uang Rp70.000 dengan mengantarkan pelaku ke lokasi. Sesampainya di tempat kejadian, korban langsung dicekik oleh Kasturi dari belakang, kemudian Makmun keluar dari semak-semak dan mengancam korban menggunakan senjata api rakitan. Namun saat kita melakukan penangkapan senpira milik Pompi Markuris tidak kita temukan,” terangnya.
Kapolsek menghimbau, kepada masyarakat khususnya tukang ojek agar jangan mudah tergiur dengan iming-iming upah besar jika mengantarkan penumpang ketetempat yang jauh. “berhati-hatilah dalam memilih penumpang,” tukasnya.
Sementara, pelaku Pompi mengatakan, senjata api rakitan miliknya dibeli dari temannya seharga Rp5 juta yang memang dipergunakan untuk melakukan tindakan kejahatan. “kami baru 4 kali pak beraksi, pertama ngerampok di Lekis dekat tempat pembuangan sampah, Kurup,” katanya.(ibr)
















