PALEMBANG, fornews.co – Ribuan pekerja ojek dan taksi online di Kota Palembang, padati halaman DPRD Sumatera Selatan (Sumsel). Mereka menggelar aksi menunut rasa aman dalam beraktivitas. Mereka diduga diteror oleh aksi sweeping oknum yang tidak suka kehadiran mereka.
Pantauan fornews.co, halaman DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), dipadati ribuan dari 50 komunitas driver ojek dan taksi online yang ada di Palembang. Ratusan aparat polisi dari Polresta Palembang, dibackup Satbrimob Polda Sumsel, mengamankan lokasi aksi dan langsung dipimpin Kapolresta Palembang, Kombes Polisi Wahyu Bintono Hari Bawono.
Koordinator aksi (Korak) Yoyon SP menyampaikan, mereka tidak ubahnya dengan moda transportasi konvesional. Bekerja mencari nafkah untuk keluarga, namun justru kehadiran mereka tidak disukai bahkan mendapat teror dari oknum diduga driver angkutan konvensional karena merasa tersaingi.
“Kami juga kerja mencari nafkah. Kehadiran kami, bukan untuk mematikan pendapatan driver angkutan konvensional,” ujarnya saat ditemui di sela aksi, Rabu (23/08).
Selain itu, mereka juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tindak kekerasan yang menyebabkan tewasnya rekan mereka (Edwar Limba) oleh aksi brutal oknum anti terhadap ojek dan taksi online. Dalam kesempatan ini, mereka menuntut rasa aman aparat polisi sehingga tidak terjadi lagi kejadian yang menimpa rekan mereka baru-baru ini.
“Terhadap rekan kami (Edwar Limba), diharapkan polisi menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku,” pintanya.
Sementara, Ardi, salah satu driver taksi online mengaku, hingga saat ini masih ada teror yang mengintai mereka. Bahkan diduga ada oknum anti ojek dan taksi online sengaja order (fiktif). “Ketika diterima dan dihampiri ternyata tidak ada, namun ada oknum bertanya dan lalu mengintimidasi rekan kami. Ini menimpa rekan kami kemarin di kawasan Tangga Buntung,” tukas, pria yang sudah enam bulan menggeluti taksi online tersebut.
Kapolresta Palembang, Kombes Polisi Wahyu Bintono Hari Bawono menanggapi korban tewas driver taksi online diduga aksi kekerasan oknum sopir Angkot yang melakukan sweeping, Senin (21/08) lalu, dirinya belum bisa memastikan dan menetapkan tersangka. Kendati demikian, disebutkan jika sudah lima saksi diperiksa terkait hal tersebut.
“Kasus ini masih kita dalami. Kami juga berharap, jika ada bukti-bukti baru terkait peristiwa itu agar menyampaikan kepada pihaknya sehingga memudahkan dalam penyelidikan dan dapat cepat diproses,” tegasnya.
Ia juga mengimbau, agar para driver ojek dan taksi online kiranya berhati-hati dalam menerima order. Selain itu, Wahyu juga meminta, apabila mendapati oknum yang mencurigan agar segera melaporkan dengan begitu anggotanya dapat bertindak cepat. “Yang jelas, kami juga akan melakukan patroli guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan terjadi,” tandasnya. (ibr)
















