PALEMBANG, fornews.co – Gelombang pelepasan pemain Sriwijaya FC belum berhenti. Terbaru, dua pemain lokal Sumatra Selatan, Rizsky Dwi Ramadhana dan Hapit Ibrahim, ikut tersapu gelombang.
Pengumuman pelepasan kedua pemain tersebut diketahui dari postingan instagram milik Asisten Manajer Sriwijaya FC Mayumi Itsuwa. Diposting pada Selasa (07/01) sore, Memey mengucapkan salam perpisahan dan doa untuk keduanya.
“Terima kasih rizsky ramadhana dan hapit ibrahim untuk kerja keras, semangat & persahabatan. Terima kasih waktunya untuk SriwijayaFc. Sukses & sehat selaluuu ! #kitopacak 💛,” tulis Memey.
Bagi sebagian penggemar Sriwijaya FC, Rizsky merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah klub. Sebab sejak memulai karier di 2011, Rizsky tak pernah membela klub lain selain Sriwijaya. Pemain kelahiran 7 Maret 1992 ini sempat digadang-gadang sebagai penyerang potensial. Apalagi saat berkompetisi di kompetisi ISL U21 musim 2012/2013, Rizsky tampil moncer membawa Sriwijaya juara. Bahkan dua titel pribadi disabet Rizsky yaitu top skorer dengan torehan 9 gol sepanjang kompetisi dan pemain terbaik.
Akan tetapi meski mendapat banyak tawaran dari klub-klub Tanah Air, Rizsky memantapkan hati membela Sriwijaya meski hanya sebagai pemain pelapis. Saat itulah, kariernya mandek dan lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan. Sebab setiap musimnya Sriwijaya selalu mendatangkan striker asing atau pemain lokal berpengalaman. Sehingga kesempatannya menembus tim inti menjadi sangat terbatas.
Sementara itu, Hapit Ibrahim merupakan rekan Rizsky yang juga masuk skuat Sriwijaya FC U21 yang juara musim 2012/2013. Usai juara di level junior, Hapit pun mendapat kesempatan promosi ke tim senior. Namun seperti halnya Rizsky, minim pengalaman membuat kesempatan bermain yang didapatkan tidak maksimal. Akan tetapi Hapit mengambil keputusan berani saat menerima tawaran PSIS Semarang. Terbukti di Laskar Mahesa Jenar, waktu bermain Hapit meningkat signifikan.
Hal itu berdampak positif bagi Hapit ketika kembali memperkuat Sriwijaya musim lalu. Pelatih Sriwijaya FC musim 2019, Kas Hartadi memberikan kepercayaan kepada Hapit menggalang kekuatan lini tengah.
Namun kini di tangan Budiardjo Thalib, kedua pemain asli Sumsel ini tidak mendapat tempat dalam skema permainan tim. Sebab pelatih asal Makassar ini punya pertimbangan tersendiri soal pemain yang dibutuhkannya.
“Saya dibebani target (ke Liga 1). Untuk itu saya pilih pemain yang saya nilai cocok dengan skema permainan. Kalau hasil tidak bagus saya juga yang ditunjuk manajemen duluan toh,” kata Budi Jo. (ije)

















