
KAYUAGUNG- Kinerja Satker Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) OKI/OI atas pembangunan Jalan Lintas Timur (Jalintim) tepatnya didepan terminal Kayuagung Kabupaten OKI dipertanyakan. Pengendara sangat menyayangkan cepat rusaknya jalan itu. Padahal baru diperbaiki sebelum Idul Fitri Juli lalu.
“Kami heran juga mengapa badan jalan negara cepat sekali rusak. Ini kan jalan negara dan bukan jalan provinsi maupun kabupaten. Seharusnya kualitasnya lebih teruji. Lebih lagi kerusakan jalan berada tepat saat petugas Dishub melakukan penarikan retribusi,” kata Yusuf, salah satu sopir truk dengan tujuan Palembang ini kemarin.
Menurut dia, kualitas Jalintim OKI ini kerap menjadi sorotan banyak pihak, terlebih lagi bagi para pengguna Jalintim yang sering melintasi jalan negara.
Dia menilai kualitas Jalintim tepatnya didepan terminal patut dipertanyakan karena tidak sampai dua hibgga tiga bulan badan jalan cepat sekali rusak.
“Kalau pengerjaan pengaspalan jalan dilakukan dengan baik dan adanya pengawasan melekat dari Balai Besar, tentu ketahanan Jalintim akan lama. Namun jika tiap tahun dikerjakan asal-asalan, ya begini hasilnya. Tidak sampai satu dua bulan jalan langsung rusak,” jelasnya.
Pantauan dilapangan, kerusakan badan Jalintim berada persis didepan terminal Kayuagung dan itu sudah terjadi sejak satu bulan lalu. Kerusakan Jalintim ini sering menjadi tanda tanya karena tiap menjelang Ramadan selalui diperbaiki. Saat ini kondisi jalan mengelupas, gelombang dan sebagian titik mengelupas.
Menyikapi hal itu, PPK BBPJN OKI/OI Cecep Irwansyah dihubungi selulernya tidak dalam keadaan aktif. Begitupun dikirimkan pesan singkat tak kunjung membalas.(fian)
















