PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumsel, Herman Deru menyatakan, kalau saham yang dimiliki Pemprov Sumsel dalam pengelolaan Sriwijaya FC (SFC) terjadi perubahan usai Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 2018 lalu.
“Ternyata setelah Juli 2018, ada perubahan kepemilikan saham. Dari awalnya, 3 persen milik pak Bakti setiawan, 5 persen milik pak Baryadi, 35 persen milik pak Muddai Madang, sisanya milik Pemprov Sumsel di bawah Yayasan Sekolah Sepakbola Sriwijaya,” ungkapnya, didampingi Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang, dan Manajer SFC, Ucok Hidayat, saat memberikan keterangan pers di Hotel Horison Ultima, Senin (07/01).
Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu mengungkapkan, bahwa sebelum Pilgub Sumsel digelar pada Juni 2018, saham milik Pemprov Sumsel di tubuh SFC itu ada sekitar 58 persen.
“Tapi setelah pilkada atau pada Juli 2018, menjadi 11 persen. Makanya, saya sebagai kepala daerah nanti pada saat rembuk bersama dengan manajemen SFC dalam hal ini PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Tokoh sepakbola Sumsel dan perwakilan suporter, harus menetapkan bagaimana nasib SFC ke depan,” ungkapnya.
Herman Deru menyadari, bahwa kurang memahami secara teknis tentang sepakbola. Namun, dirinya sangat senang dan bangga ketika SFC ini menjadi sesuatu yang dicintai masyarakat Sumsel.
“Makanya saya ingin semua duduk bersama, apa yang yang harus dilakukan untuk Sriwijaya FC. Ya, alternatifnya kita perbaiki. Meski peran Pemprov Sumsel lemah, karena sekarang mayoritas (saham) nya adalah PT SOM, tapi sebagai kepala daerah saya tetap meminta untuk duduk bersama, termasuk keterlibatan sahamnya,” tegasnya.
Pascaterdegradasi ke Liga 2, sejak awal sebelum menjadi gubernur Herman Deru mengatakan telah minta pendapat dan mendengar tentang keinginan masyarakat terhadap SFC. Kemudian, setelah dilantik dan saat itu posisi jelang putaran terakhir Liga 1, dia diminta untuk mengintervensi.
“Ya saya pelajari secara hukum dan tak ingin gegabah. Saya berfikir saat itu, ini (SFC) seperti gelas retak. Diambil masih pecah tak diambil harus diselamatkan. Ya sebenarnya bukan saja SFC, tapi apapun yang menyangkut Sumsel, gubernur harus bersikap,” terangnya.
Atas dasar itulah, sebelum tanggal 15 Januari nanti, Herman Deru meminta semua pihak yang terkait untuk duduk bersama. Bila perlu sahamnya bisa dimiliki oleh masyarakat, karena ini punya publik.
“Itu poin prnting. Apapun hasil rembuk itu nanti, PT SOM harus patuh ada pertemuan tersebut. Tapi, kami juga minta pada PT SOM tetep bersemangat pada kompetisi liga 2. Jadi setelah pilpres sudah ada keputusan yang sangat berarti,” tandasnya. (tul)

















