SUNGAI LILIN, fornews.co – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof DR KH Said Aqil Siroj MA menyampaikan, bahwa antara nasionalisme dan Islam selalu saling bertautan dan berdampingan.
“NU juga mengerti politik, tapi berpolitik kebangsaan dan NKRI bukan politik praktis. Harus berkomitmen berpolitik kebangsaan. NU tidak di bawah partai politik apapun, karena NU merupakan organisasi keagamaan bentengnya masyarakat,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan pada acara pelantikan dan peresmian Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sungai Lilin, Senin (09/04).
Tak lupa, Kiai Said Aqil juga berpesan, agar dalam menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat, warga Nahdliyin harus dengan penuh santun. Kemudian menggunakan prinsip melestarikan tradisi yang baik, serta mengambil hal baru yang lebih baik.
“Seperti halnya kisah seorang da’i, dia tidak menghancurkan sebuah menara yang dulunya menjadi tempat sesembahan orang Majusi. Tapi kemudian justru bangunan menara tersebut tetap dilestarikan dan diubah fungsinya menjadi tempat untuk mengumandangkan adzan,” pesannya.
Sementara, Plt Bupati Muba, Beni Hernedi yang turut dilantik sebagai penasehat PCNU Muba mengatakan, keberadaan NU ini sangat membantu pemerintah, guna membentengi masyarakat sekaligus membangun generasi yang cerdas dan religius
“Kedepan, Pemkab Muba akan turun tangan membantu menyelesaikan pembangunan Kantor MWCNU Sungai Lilin. Tentu perlu komunikasi dan hubungan yang baik, dan kami tidak akan menelantarkan ataupun pembiaran apalagi membuat NU seorang diri,”katanya.
Beni melanjutkan, pelantikan ini merupakan agenda rutin organisasi untuk restrukturisasi, kaderisasi, sekaligus memantapkan konsolidasi dan koordinasi. Pelantikan menjadi sebuah upaya penataan dan optimalisasi SDM organisasi.
“Pelantikan bertujuan untuk terlaksananya program yang merupakan amanat AD/ART dan peraturan organisasi, serta terselenggaranya kegiatan program keorganisasian dengan hasil yang baik,” tandasnya. (tul)

















