BATURAJA, fornews.co – Diduga terjadi salah paham, oknum anggota Polres OKU Timur, Brigadir Fernando melepaskan tembakan dan mengenai tangan kiri anggota TNI dari Kesatuan Denpom Jaya I Serda Yogi Apriansyah, Minggu (10/06) petang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terjadinya peristiwa tersebut bermula Serda Yogi Apriansyah, bersama rekannya Pratu Ricky Anggara anggota Denjaka Marinir Cilandak, membeli bengkoang di Tunggul Desa Bandar Jaya, OKU Timur.
Setelah membeli bengkoang, keduanya meninggalkan lokasi. Namun, di tengah perjalanan, Serda Yogi ternyata belum membayar bengkoang tersebut, akhirnya keduanya kembali lagi ke lokasi. Saat di lokasi keduanya didatangi oleh Brigadir Fernando yang menanyakan apakah keduanya anggota TNI.
Kemudian Serda Yogi tidak mengatakan jika mereka anggota TNI, melainkan Karyawan. Kemudian terjadilah cekcok antara ketiganya. Serda Yogi mencekik Brigadir Fernando, yang membuat Brigadir Fernando mundur kebelakang seraya mengeluarkan senjata api miliknya.
Kemudian Brigadir Fernando menembakkan senjatanya sebanyak tiga kali masing-masing dua tembakan ke arah Pratu Ricky dan satu tembakan ke arah Serda Yogi dan mengenai tangan kirinya sehingga dilakukan perawatan di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.
Dandim 0403 Letkol Arm Agung Widodo SSos saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Selasa (11/06) mengatakan, kejadian tersebut murni kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Namun, kata Dandim seluruh permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan baik.
“Mhn (mohon) maaf lambat respon.. kurang lebihnya demikian, Alhamdulillah tadi malam sudah dimediasi & dapat diselesaikan dengan baik dengan semangat kekeluargaan,” ungkap Dandim.
Ia juga mengatakan, jika untuk penyelesaian permasalahan tersebut selanjutnya diserahkan kepada penegak hukum di institusi masing-masing sesuai aturan dan prosedur hukum yang berlaku.
“Untuk permasalahan selanjutnya, sudah kita serahkan ke kesatuan masing-masing untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi membenarkan kejadian tersebut. Dikatakannya, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan keduanya saling memahami akan kekeliruan masing-masing. Lantaran, pada saat kejadian keduanya tidak memakai seragam.
“Jadi semuanya sudah damai, baik dandim dan kapolres,” katanya saat dihubungi, Selasa (11/06).
Saat ini, kasus tersebut telah diserahkan ke masing satuan. Untuk TNI dikembalikan ke Denpom, sedangkan untuk anggota polisi dikembalikan di Polda Sumsel. Untuk anggota kepolisian, saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk melihat sejauh mana kesalahannya.
“Nanti kami akan lihat dulu kesalahan dimana baru dapat menentukan tindakan atau sanksi. Saat ini, untuk anggoya TNI nya sudah pulang dari rumah sakit,” katanya. (gus/alu)

















