SEKAYU, fornews.co – Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Terpadu (IT) Salamun Aitam Islamic Idol akhirnya resmi beroperasional, setelah proses pembangunannya sempat terhenti tiga tahun.
Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol yang berdiri di lahan seluas 6 Hektar tersebut, menggratiskan semua biaya untuk peserta didik yang mondok dan hanya menerima peserta didik yatim piatu, yatim, piatu, dan dhuafa.
“Semua biaya kita tanggung. Ponpes ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa. Selama mondok, semua biaya kebutuhan hidup akan ditanggung Pemkab Muba,” ungkap Dodi di sela Halal bi halal bersama Anak Yatim dan Dhuafa, serta Peresmian Gedung dan Murid Ponpes IT Salamun Aitam Islamic Idol, Senin (25/06).
Dodi menjelaskan, alasan program pembangunan Ponpes IT Salamun Aitam di Kecamatan Sekayu tersebut, karena di kawasan Muba Barat masih sangat minim keberadaan ponpes, terlebih keberasaan Ponpes di Muba lebih banyak berada di kawasan jalan lintas. “Selain itu, perlu lebih memperbanyak keberadaan tempat pendidikan berbasis Islam sehingga ilmu agama anak-anak di Kabupaten Muba semakin lebih baik,” jelasnya.
Sementara, Ketua Yayasan Islamic Idol, H Opi Palopi MA menerangkan, rekrutmen pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Ponpes Salamun Aitam Islamic Idol nanti, akan mengakomodir siswa yang sudah tamat jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat. ” Jadi, ini diperuntukkan untuk calon siswa jenjang MTs dan tahap pertama hanya untuk santri putra,” terangnya.
Opi melanjutkan, tahun ajaran baru nanti yang mulai dibuka akan diperuntukkan bagi 240 siswa. Nah santri yang akan belajar di Ponpes Islamic Idol ini, akan diseleksi oleh Sarjana Bina Desa di Kabupaten Muba.
“Nanti setelah tamat, santri Ponpes Islamic Idol akan terintegrasi dengan program Santri Jadi Dokter (SJD). Jadi bagi santri yang berminat menjadi dokter, akan mendapatkan prioritas untuk menerima program SJD,” tandasnya.(tul)

















