JOGJA, fornews.co — Gladi bersih akad nikah Dhaup Ageng BPH Kusumo Kuntonugroho dan dr. Laily Annisa Kusumastuti menarik perhatian masyarakat Jogja.
Pasalnya berita pernikahan putra bungsu dari KGPAA Paku Alam X dan GKBRAA Paku Alam telah dinanti oleh masyarakat luas di Jogjakarta.
Dalam gladi bersih itu kedua calon mempelai terlihat berjalan dari Kadipaten Puro Pakualaman menuju Masjid Besar Pakualaman diiringi dua bregada prajurit Lombok Abang dan Plangkir beserta para pangeran.
Suasana gladi bersih nampak seperti dilangsungkan acara pernikahan agung karena pengiring mengenakan busana adat Kadipatem Pakualaman.
Sesampainya di Masjid prosesi akad nikah kemudian dilaksanakan dihadiri penghulu, para saksi dan keluarga mempelai.
Gladi bersih akad nikah berlangsung satu jam lebih. Selanjutnya, pengantin perempuan terlebih dahulu keluar Masjid menuju Dalem Kadipaten Puro Pakualaman untuk mengikuti prosesi Sengkeran.
Selanjutnya disusul pengantin laki-laki diiringi prajurit memasuki Kadipaten Pura Pakualaman.
Gladi bersih akad nikah dihadiri langsung oleh GPH Indro Kusumo (Cepeng Damel) dan GPH Wijoyo Harimurti (Rayi Dalem Kanjeng Gusti)
Sengkeran atau Nyengker yang berarti pingit hanya diberlakukan kepada calon mempelai perempuan sebelum dilaksanakan Dhaup Ageng.
Digelar Sengkeran harapannya agar calon mempelai perempuan dapat menata hati dan mantap dalam menyongsong prosesi pernikahan.
Dalam prosesi Sengkeran calon mempelai perempuan beserta kedua orang tuanya hadir masuk ke dalam lingkungan Kadipaten Pura Pakualaman.
Prosesi Sengkeran yang digelar pada 25 Jumadilakir Jimawal 1957 bertepatan tanggal 8 Januari 2024 tersebut dilaksanakan di Kagungan Dalem Bangsal Kepatihan Kadipaten Pakualaman.
Kagungan Dalem Bangsal Kepatihan Kadipaten Pakualaman tersebut nantinya akan menjadi kamar bagi calon mempelai perempuan menuju upacara Dhaup.
Sebelum dilangsungkan pernikahan calon mempelai perempuan akan dipingit tidak diizinkan keluar sebelum pernikahan dilaksanakan.
Gladi bersih berakhir beberapa jam kemudian. Begitu juga masyarakat yang bubar setelah mengikuti dan menyaksikan meski tidak bisa mendekat karena ketatnya pengamanan. (adam)
Copyright © Fornews.co 2023. All rights reserved.

















