PALEMBANG, fornews.co – Melengkapi Pasar Ikan Modern di Jalan MP Mangkunegara Palembang, sentra penjualan ikan hias resmi dibuka, Senin (22/3). Dari pantauan, lapak-lapak ikan hias menyebar di area depan dekat dari pintu masuk Pasar Ikan Modern. Dengan begitu, tidak mengganggu aktivitas jual beli ikan basah di area dalam.
Manajer Pasar Ikan Modern, Zulkarnain mengatakan, untuk saat ini pedagang ikan hias masih didominasi pedagang ikan cupang. Mengingat, memelihara ikan hias jenis ini sedang menjadi tren sejak awal pandemi. “Kita mengikuti kondisi pasar. Sekarang yang sedang booming yaitu ikan cupang, kita hadirkan lapak ikan cupang. Tidak menutup kemungkinan nanti berganti arwana atau lohan,” kata Zulkarnain.
Untuk lapak selama satu bulan pertama, menurutnya, masih digratiskan. Setelah itu, pemilik lapak akan diwajibkan membayar retribusi sesuai dengan Perwali. “Soal harga jual di sini bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu sampai Rp 1 Juta,” sebutnya.
Salah satu pedagang, Rauf Aquatic mengatakan, pihaknya bersedia menempati lapak di Pasar Ikan Modern untuk menjual tanaman hias dalam air atau aquascape. Sebab, kondisinya cukup nyaman, bersih, dan lebih aman dibandingkan Pasar 16. “Di sini kami menawarkan aquascape mulai dari juara pertama kontes nasional hingga menerima pembuatan desain aquascape dari konsumen,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, keberadaan sentra ikan hias ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan ke Pasar Ikan Modern yang diresmikan tahun lalu. “Yang penting nyaman dari segala sisi dulu. Lapaknya tertata rapi dan bersih, sehingga peminatnya juga akan mau datang ke sini,” ujar Dewa, usai meresmikan Sentra Ikan Hias, di Pasar Ikan Modern, Senin (22/3/2021).
Menurutnya, sentra ikan hias ini bisa menjadi destinasi wisata baru di Palembang. Karenanya, pengelola diminta terus berbenah dan harus bisa menghimpun para pedagang ikan lainnya yang tidak memiliki lapak, agar bisa bergabung di Pasar Ikan Modern.
“Inginnya kami begitu. Jadi PIM ini bisa berfungsi sesuai dengan namanya, dan juga dilengkapi jenis ikan lain seperti arwana, lohan, dan jenis lainnya. Ini bukan hanya tugas asosiasi tapi juga Patralog sebagai pengelola pasar,” tegas Dewa. (yas)

















