
PENDOPO, fornews.co – Puluhan hektar sawah yang ada di Desa Curup, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), diserang hama wereng coklat, sehingga tanaman padi petani tumbuh tidak sempurna. Bahkan terancam gagal panen.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Pertanian PALI, bersama sejumlah instansi terkait langsung melakukan penyemprotan pada sawah milik petani padi yang terkena hama wereng coklat tersebut. “Kami melakukan langkah ini, selain untuk mempertahankan swasembada pangan dan kita juga ingin agar petani di PALI, tidak kehilangan kesempatan panen karena serangan hama,” ujar Kepala Dinas Pertanian PALI, Torus Simbolon SP saat meninjau langsung ke lokasi, Mingu (30/07).
Ia menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari tenaga penyuluh pertanian di Desa tersebut pekan lalu. Begitu mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan semua instansi terkait, bahkan langsung meminta bantuan ke Dinas Pertanian Provinsi Sumsel. Torus mengakui, jika hama wereng coklat sangat berbahaya bagi ketahanan padi, karena saat menyerang, hama jenis itu tidak kenal usia padi, sehingga semuanya diserang meskipun padi dengan kondisi satu bulan hampir panen.
“Akibat dari serangan hama tersebut, kondisi batang padi langsung berubah warna coklat dan lama kelamaan dalam hitungan hari padi akan mati. Ini yang berbahaya dari serangan hama wereng coklat itu. Penyebab utamanya biasanya akibat penggunaan pestisida yang tidak tepat. Karena, menggunakan pestisida sembarang justru membunuh musuh-musuh alami dari hama wereng coklat, sehingga hama wereng coklat tumbuh subur,” jelasnya.
Agar tidak terulang lagi di petani, Torus menyarankan, agar petani cerdas dan bijak dalam menggunakan pestisida. “Kita harus tepat guna dalam menggunakan pestisida. Kemudian, kita juga harus rutin mengecek kondisi sawah kita. Jangan sampai setelah menyebar luas hama tersebut, baru kita terpantau,” katanya.
Sementara, Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Sumsel, Tuti Murti SP menyarankan, agar melakukan budidaya tanaman yang sehat, seperti dimulai dengan penggunaan benih atau bibit yang unggul, lalu toleran wereng batang coklat serta pemupukan yang berimbang.
“Cara tersebut sebagai antisipasi serta penyeimbang agar hama wereng coklat tidak semakin meluas. Pengaturan jarak tanam, dan pola tanam juga harus diperhatikan agar hasil panen nanti bisa maksimal,” pungkasnya. (son)

















