INDRALAYA, fornews.co – Keindahan alam Tanjung Senai yang terletak di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir mendapat sorotan dari Gubernur Sumsel Herman Deru. Bahkan, daerah yang terletak di kawasan komplek perkantoran Pemkab Ogan Ilir itu direkomendasikan menjadi objek wisata baru di Sumsel.
Demikian dikatakan Herman Deru ketika singgah di Jembatan Tanjung Senai, Ogan Ilir, sebelum melanjutkan perjalanan kunjungan kerja ke Kabupaten OKI dan OKU, Kamis (07/03).
Menurut Herman Deru, Tanjung Senai sangat memungkinkan menjadi salah satu objek wisata yang menjanjikan. Namun sebelum itu, ia menuturkan perlu ada pembenahan sistem buka tutup air. Pembenahan itu sendiri menurutnya, harus dilakukan dengan menyesuaikan kearifan lokal yang sudah ada, yakni kawasan kerbau rawa.
Dengan kata lain, keberadaan kerbau rawa yang selama ini kerap dijumpai di Tanjung Senai jangan sampai hilang, walaupun ada pembangunan-pembangunan yang sifatnya untuk percepatan seperti lalu lintas dan transportasi.
“Yang jelas, pembangunan fisik tetap berjalan namun kearifan lokal jangan sampai terabaikan. Tuhan menciptakan daratan dan laut ada manfaatnya, jika kita manusia dengan cerdas dapat mengelolanya, kawasan ini bisa menjadi luar biasa,” kata Deru.
Untuk mengeksplor dan menata kawasan Tanjung Senai, Deru mengatakan Pemprov segera melakukan sinkronisasi program dengan Pemkab Ogan Ilir
“Jika curah hujan tinggi, (kawasan tanjung senai) tidak boleh kebanjiran dan kalau kemarau tidak boleh kebakaran, nah ini juga tugas kita bersama,” ujarnya.
Tak hanya memuji alam Tanjung Senai, Deru pun mengaku bangga melihat masjid terapung yang terletak di perkantoran Pemkab Ogan Ilir. Masjid tersebut sejauh ini belum memiliki nama.
“Kita ingat di Jeddah ada masjid terapung, di kawasan Tanjung Senai ini ada juga tapi ada arti lain yang kita dapatkan, bahwa ini adalah kolaborasi antara peningkatan iman dan ketakwaan dengan kinerja yang harus kita menjadikan lebih baik, kerja keras dan cerdas,” tuturnya.
“Maka saya mengajak kita semua untuk memanfatkan ini. pak Mawardi dulu sudah punya keinginan, mungkin dengan masa jabatan yang terbatas saat menjadi Bupati Ogan Ilir. saya harapkan penerusnya menjadikan ini suatu destinasi ibadah dan kerohanian juga,” imbuhnya seraya menambahkan akan berembuk dengan bupati, para dewan dan masyarakat sekitar untuk menentukan nama masjid tersebut.(bas)

















