TALANG UBI, fornews.co – Coaching clinic Alex Noerdin Cup 2019 zona PALI yang digelar di lapangan Gelora November, Pendopo, Minggu (03/03), diikuti 280 peserta dari kategori U12 dan U14.
Mereka diberikan empat materi dasar bermain sepak bola oleh mantan-mantan punggawa Timnas Indonesia yang tergabung dalam skuad Timnas All Star Tour Sumatra Selatan.
Ketua Pelaksana Alex Noerdin Cup 2019, Eddy Sofyan menerangkan, rombongan Alex Noerdin Cup yang terdiri dari Timnas All Star, para instruktur coaching clinic telah melakukan perjalanan keliling Sumsel sejak Januari 2019 lalu. Seperti daerah lainnya, di PALI ini juga panitia melakukan penilaian dan pengamatan yang cermat untuk mendapatkan pemain terbaik mewakili PALI.
“Disini ada dua anak yang terpilih. Mereka akan bergabung dengan 50 pemain terbaik dari daerah lainnya untuk ke Jakabaring mengikuti coaching clinic yang akan diberikan Ronaldinho,” kata Eddy.
Selain diberikan pelatihan oleh Ronaldinho, lanjut Eddy, 50 pemain dari 17 kabupaten/kota di Sumsel akan menjadi siswa pertama Alex Noerdin Football Academy.
“Kita sudah dua bulan melakukan perjalanan keliling Sumsel. Alhamdulillah, tiba di Pendopo, PALI, yang menjadi kabupaten/kota ke-14. Perjalanan ini sangat melelahkan, tapi kita ingin membangkitkan sepak bola Sumsel,” jelasnya.
Eddy menambahkan, kegiatan ini digagas oleh Alex Noerdin selaku Pembina Alex Noerdin Cup 2019. “Beliau (Alex Noerdin) ingin membangkitkan sepak bola di Sumsel. Dimulai dari anak-anak di kampung yang belum pernah sama sekali tersentuh,” jelasnya.
Usai mendapatkan pelatihan sepak bola dari pemain Timnas All Star yang dipimpin langsung oleh Nasir Salassa, dua pemain asal Kabupaten PALI yakni Rafli Alfarizi serta Febrian Aldino terpilih menjadi pemain terbaik.
Rafli mengatakan dirinya sangat senang dapat terpilih menjadi pemain terbaik mewakili anak-anak usia dini di PALI untuk menuju Jakabaring. Ia mengatakan orangtuanya sehari-hari berjualan di pasar kalangan.
“Senang pak, saya memang punya cita-cita menjadi pemain sepak bola. Orangtua semuanya mendukung bermain sepak bola. Ayah dan ibu kerjanya jualan bumbu di pasar,” tutupnya sambil terisak. (ije)

















