PALEMBANG, fornews.co – Saat sulit mencetak gol di permainan terbuka, sebuah tim akan memanfaatkan set piece atau situasi bola mati untuk mencetak skor. Itu juga yang dilakukan Sriwijaya FC.
Tampil di Piala Presiden 2018 dan sekarang di Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018, Sriwijaya FC tak ragu menampilkan permainan menyerang. Hal itu didukung dengan komposisi pemain yang memang sesuai pola yang digunakan sang arsitek tim Rahmad Darmawan. Di tangan RD, pola 4-3-3 atau 4-2-3-1 menjadi formasi paling sering digunakan. Barisan penyerang SFC pun bisa dibilang salah satu yang terbaik di Liga 1 saat ini.
Lini depan SFC diisi Alberto Goncalves yang selalu masuk kandidat top scorer, lalu pemain terbaik AFC Cup 2017 Manuchekhr Dzhalilov, dan pemain multifungsi Patrich Wanggai. Mereka disokong barisan gelandang serang mumpuni sekelas Makan Konate, Esteban Vizcarra dan Adam Alis. Namun sayang, belum maksimalnya chemistry antarpemain membuat banyak peluang yang dikreasikan terbuang sia-sia. Bahkan terlihat meski Beto dkk menguasai pertandingan dan terus menekan lawan, namun SFC cukup kesulitan mencetak gol dari open play. Beruntung, penggawa Laskar Wong Kito bisa menutupi kekurangan itu dengan memaksimalkan situasi bola mati.
“Mengenai belum maksimalnya kita cetak gol dari open play, karena pemain belum menemukan ritme saat di 1/3 lapangan depan. Tempo saat pressing dan eksekusi bola ke gawang itu sama, sehingga peluang banyak terbuang. Memang jika peluang dari open play macet, ya bola mati harus dimaksimalkan. Bahkan di Piala Presiden kemarin 60% gol SFC dari situasi bola mati,” kata RD.
Mengenai eksekutor bola mati, lanjut RD, dirinya masih memberi kesempatan kepada beberapa pemain untuk melihat potensi mereka. Ada Dzhalilov, Adam, Abimanyu, Konate, Vizcarra, Beto, Yuu Hyun-koo, hingga Hamka. Sampai nanti mengerucut pada suatu pertandingan siapa yang terbaik maju sebagai eksekutor tendangan bebas maupun penalti.
“Penunjukkan eksekutor tendangan bebas tentu merujuk pada performance di pertandingan itu. Ada opsi 1 atau 2, karena bisa jadi yang kita tunjuk tapi tidak pada kondisi yang baik, tendangannya yang biasa bagus kadang hilang. Tidak dipungkiri ada faktor luck saat eksekusi tendangan bebas,” tuturnya.
Sementara itu gelandang serang Sriwijaya FC Adam Alis yang mencetak gol kedua ke gawang Madura United mengatakan, sebelum dirinya mengeksekusi bola tendangan bebas, sebenarnya Dzhalilov yang akan ambil. Apalagi Dzhalilov sukses menjebol gawang Madura United di tendangan bebas pertama. Tapi karena merasa kurang yakin, Dzhalilov pun bertanya pada Adam apakah akan mengambil tendangan itu. “Karena baru masuk dan belum pegang bola, saya pun yakin bisa mengarahkan bola ke gawang. Alhamdulillah bolanya masuk,” kata Adam. (ije)
















