BATURAJA, fornews.co – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kemarin malam, gorong-gorong di jalan cor beton tepatnya di Dusun Talang Air, Desa Kurup, Kecamatan Lubukbatang, amblas.
Akibatnya separuh bagian jalan tengelam sedalam 2 meter dan berdiameter hingga 6 meter. Kejadian tersebut juga membuat macet arus di kawasan tersebut, mobil-mobil besar dari dan menuju kota Baturaja, tidak bisa melintas dari pukul 23.00 WIB hingga pagi hari.
“Amblasnya jalan tersebut Selasa malam (27/02/2018) sekitar pukul 23.00 WIB. Bukan hanya gorong-gorong dijalan lingkar for beton saja yang amblas, ada juga jembatan yang roboh didalam dusun Talang Air,” kata Ketua RT 02 Ngatimin saat dibincangi di lokasi Rabu (28/02/2018).
Tidak hanya itu, akibat besar dan derasnya debit air dikawasan tersebut, banyak hewan piaraan warga yang hanyut terbawa arus. Ngatimin juga berharap agar pemerintah daerah segera melakukan perbaikan dikawasan tersebut, terutama jembatan yang hancur dipemukiman warga dusun.
“Dapur rumah saya juga ambles terus kambing dan ayam saya juga ikut hanyut,” ucapnya.
Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Dinas PU PR OKU, H Muzaim membenarkan kerusakan jalan tersebut. “Kerusakan jalan baru terjadi semalam. Bentar ya saya rapat dulu,” kata Muzaim.
Sementara itu, Kapolres OKU, AKP NK Widayana Sulandari melalui Kasat Lantas Polres OKU, AKP Chandra Kirana Sik mengatakan, Rabu (28/2) telah terjadi jalan longsor (gorong- gorong terbis). Lokasi di jalan Lingkar cor beton Km 6 antara Batu Kuning, Desa Kurup, Kecamatan Lubungbatang.
“Kerusaka jalan ini diakibatkan oleh curah hujan yang sangat tinggi pada malam hari sehingga mengakibatkan separuh jalan amblas dan arus lalu lintas terganggu. Jalan ini adalah jalan arternatif yang menghubungkan antara prabumulih dan baturaja melalui desa kurup,” terangnya.
Menyikapi hal ini, kata Kasat Lantas Polres OKU, melakukan antisipasi sementara terkait jalan yang longsor tersebut. Antara lain menempatkan personil lantas di lokasi jalan yngg longsor, PAM, Turlalin.
“Kita juga memberikan tanda spanduk dan rambu-rambu di jalan yang longsor dan persimpangan menuju jalan tersebut. Memasang banner pemberitahuan di wilayah jalan longsor yg akan dilewati oleh kendaraan R2 dan R4 di lokasi jalan yang longsor,” paparnya.
“Dan berkoordinasi dgn satlantas prabumulih untuk pemberian banner di jalan Lintas Timur yang akan melalui jalur lintas propinsi menuju baturaja,” imbuhnya.
Kasat Lantas menambahkan, kordinasi dengan pihak terkait (PU) dan balai besar pelaksanaan jalan nasional untuk segera melaksanakan pemasangan jembatan sementara (bally).
“Melaksanakan rekayasa lalin melalui pengalihan arus melalui jalur lintas propinsi lubuk batang yang akan menuju jalan lintas tengah,” katanya. (gus)

















