PALEMBANG, fornews.co – Digunakannya teknologi video assistant referee (VAR) di Piala Dunia 2018 Rusia, menuai tanggapan positif dan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk Sriwijaya FC yang menilai teknologi ini layak diterapkan di kompetisi domestik.
VAR di Piala Dunia kali ini memang mendapat perhatian khusus dari pelaku sepak bola. Beberapa keputusan krusial wasit diambil setelah melalui analisa VAR.
“Saya rasa di Indonesia harus mulai dikaji penggunaan VAR. Itu penting sekali dalam memandu wasit untuk menepikan isu-isu (negatif) dan sebagainya yang ditujukan pada mereka dan agar kita semua merasa nyaman di lapangan,” ujar Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan kepada fornews.co, Minggu (24/06).
Diakui RD, dalam sepak bola modern saat ini, penggunaan teknologi adalah suatu keniscayaan. Meski terkadang penggunaan teknologi memang mengurangi nilai-nilai alami olahraga, namun penggunan VAR bukan keputusan yang jelek karena tujuannya lebih mengedepankan unsur sportifitas.
“Dengan VAR ini kan betul-betul kelihatan yang layak gol itulah gol atau yang tidak layak gol ya tidak layak. Termasuk siapa yang mendapat kartu (karena pelanggaran) semuanya diproses. Apalagi kompetisi negara berkembang ini kan butuh tidak cukup hanya tiga pengadil (lapangan). Bahkan (turnamen) sekelas FIFA pun masih membutuhkan VAR,” katanya.
Mengenai penerapan VAR di kompetisi Tanah Air, pelatih senior ini sangat mendukungnya. Harapannya kompetisi di Indonesia bisa berjalan baik dan tidak menuai penilaian-penilaian negatif karena keputusan wasit yang kontroversial.
“Saya berharap jika (penerapan VAR) itu bisa direspons pihak kita, tentu menjadi loncatan luar biasa dan pasti saya sangat mendukung sekali,” tegas RD.
Hal senada disampaikan Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex. Menurutnya, VAR hanya media untuk konsultasi dan analisa sebagai dasar wasit dalam mengambil keputusan.
Ditambahkan Dodi, hal yang paling penting adalah meningkatkan kualitas dan kompetensi wasit. Sebab meski VAR digunakan tapi wasit tetap mengeluarkan keputusan yang bias dan tidak sesuai rule of the game ya tetap itulah yang dipakai.
“Jadi wasit harus meningkatkan kualitas dan kompetensinya baru disertai VAR agar keputusannya sesuai rule of the game. Saat ini teknologi VAR ini sudah dipakai di berbagai turnamen internasional. Di tempat kita belum, tapi pasti mengarah kesana,” tutur Dodi. (ije)

















