PALEMBANG, fornews.co – Sebanyak 322 atlet menembak dari seluruh Pengprov Perbakin di Indonesia meramaikan Sriwijaya Open Shooting Competition 2018 di Jakabaring Shooting Range. Kegiatan test event ini sebagai persiapan akhir sebelum Asian Games 2018.
Gubernur Sumatra Selatan H Alex Noerdin mengatakan, test event menembak dilakukan sebelum fasilitas baru Jakabaring Shooting Range diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo bersamaan dengan venue dayung, boling, panjat tebing, voli pantai, dan venue lainnya.
“Dalam test event ini kita mengetes seluruh peralatan yang ada dan yang paling penting adalah SDM-nya. Untuk test event ini kepanitiaan dibantu PB Perbakin dan daerah,” ujar Alex.
Menurut Alex, venue dan fasilitas shooting range di Jakabaring ini terbaik dan dibangun dengan memenuhi standar internasional. “Kalau (shooting range ini) dibilang di pucuk internasional agek diomongke wong takok’an. Pastilah semua ini memenuhi standar internasional dan sudah dipastikan standarnya oleh technical delegate ISSF dari Iran dan Inggris secara langsung,” tutur Alex.
Meski technical delegate merasa masih kurang yakin dengan lintasan 300 meter, namun Alex berjanji akan segera menyelsaikan masalah yang dimaksud.
“Saya tidak bisa sampaikan kekurangannya dimana, tapi pastinya kita kebut ini. Kita dibantu prajurit TNI ada sebanyak 250 orang sejak tadi malam bekerja. Insya Allah dalam 10 hari ke depan paling lambat 2 pekan, bisa kita selesaikan semua,” tegas Alex.
Sementara itu, Wakil Kabid Hubungan Luar Negeri PB Perbakin Selvyana S Hosen mengatakan, test event ini tujuannya menguji coba semua mesin yang terpasang untuk Asian Games. Adapun mesin yang terpasang ini sudah terpasang dan dites sesuai standar International Shooting Sport Federation (ISSF). Bahkan hari ini semua yang sudah disiapkan diperiksa kembali satu per satu oleh TD dari Iran dan Inggris.
“Semua kita coba termasuk hari ini skeet and trap. Tujuannya untuk mengetahui apa kekurangannya terutama SDM. Soal SDM ini memang masih banyak yang perlu kita tambahkan training dari kami panitia pusat INASGOC untuk bagaimana caranya ITO, NTO, semua aspek LO, volunteer harus benar-benar well done hadapi Asian Games. Tidak bisa dadakan seperti ini harus benar-benar well training,” tuturnya. (ije)

















