PALEMBANG, fornews.co – Fasilitas Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring berupa kursi di tribun Utara dan Selatan mengalami kerusakan. Suporter Sriwijaya FC yang menempati kedua tribun tersebut yaitu Singa Mania dan Sriwijaya Mania melemparkan kursi ke bawah.
Kericuhan tersebut dipicu gol ketiga Arema. Awalnya suporter di tribun Utara yaitu Singa Mania melakukan pengerusakan dan melempar kursi. Tak berapa lama tribun Selatan pun ikut-ikutan memanas. Sriwijaya Mania melakukan pelemparan kursi stadion dan melawan petugas kepolisian.
Pengawas Jakabaring Sport City Rusli Nawi mengatakan, dari hasil penelusuran pihaknya usai pertandingan, didapati sebanyak 335 kursi yang rusak. Kursi yang rusak itu terdiri dari tribun Utara sebanyak 231 kursi dan tribun Selatan 104 kursi. Dari jumlah itu sebanyak 211 kursi dilemparkan ke tanah.
“Ya mungkin kericuhan tadi karena kekecewaan suporter Singa Mania dan Sriwijaya Mania. Tapi tidak juga dengan melakukan pengerusakan seperti itu,” sesal Rusli.
Menurut Rusli, kondisi kursi yang dilemparkan dalam keadaan pecah semua. Saat ini tim tengah mengumpulkan barang bukti sebagai dasar laporan kepada pihak berwajib.
“Kita laporkan kepada pihak berwajib. Ini sudah kriminalitas. Ini sudah perusakan fasilitas negara. Apalagi sebentar lagi Asian Games dan stadion ini sebagai salah satu venue sepak bola,” kata Rusli.
Rusli pun tak membantah jika kejadian sore ini merupakan indikasi gangguan terhadap pelaksanaan Asian Games. Apakah merupakan kesengajaan atau spontanitas, Rusli menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk menyelidikinya.
“PT JSC akan melaporkan peristiwa perusakan ini kepada polisi. Bahkan dari komunikasi dengan pihak Sriwijaya FC juga akan melaporkan hal yang sama. Sekarang kita kumpulkan bukti dan mungkin Senin (23/07) baru akan melapor,” tuturnya.
Mengenai perbaikan kursi yang rusak, Rusli akan berkoordinasi dengan kontraktor. Waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan sangat tergantung dengan kontraktornya. Sebab kursi yang ada di Stadion GSJ, menurut informasi harus dipesan di luar negeri.
“Untuk mengantisipasi hal serupa, kami dari PT JSC mempertimbangkan tidak mengeluarkan izin penggunaan lapangan untuk latihan maupun pertandingan resmi sampai Asian Games selesai,” tegasnya. (ije)

















