PALEMBANG, fornews.co – Mendekati Hari – H Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Palembang, beberapa lembaga survei terus mengeluarkan hasil penelitiannya. Seperti Lembaga Survei Braja Network, yang memprediksi semua kandidat berpeluang. Bahkan, pemenangnya nanti justru ditentukan oleh kandidat yang bisa meraih suara pemilih mengambang atau swing voters.
Direktur Braja Network, G Wisnu menyatakan, hasil survei yang dilaksanakan pihaknya pada periode 09 – 14 Juni 2018 yang melibatkan 400 responden, yang tersebar di 18 kecamatan se – Kota Palembang dengan Metode Stratified Random Sampling, pemilih mengambang masih cukup tinggi mencapai 14,50 persen.
Untuk elektabilitas masing-masing pasangan calon (paslon), pasangan incumbent Harnojoyo-Fitrianti masih unggul di angka 27,50 persen, Akbar-Hernoe (23,50 persen), Sarimuda-Rozak (19,50 persen) dan Mularis-Sayididina Ali (15,00 persen).
“Kalau melihat pemilihan kurang 6 hari lagi dengan selisih yang tidak jauh, dan suara mengambang masih 14,50 persen belum memutuskan, maka semua paslon Wako – Wawako Palembang masih sama-sama berpeluang besar memenangkan pertarungan,” ujarnya, Kamis (21/06).
Wisnu menerangkan, ada progres menarik pada Pilwako Palembang, bahwa pasangan perseorangan mendapatkan respon yang positif, hingga bisa menyalip elektabilitas pasangan Sarimuda-Rozak dan mengejar elektabioitas incumbent, Harno-Fitri.
“Suara Akbar-Hernoe (Akhor) terjadi peningkatan yang signifikan, karena faktor penyatuan tim Dodi – Giri dengan Akbar-Hernoe. Kemudian, masifnya distribusi Kartu KPK menjadi program unggulan yang digandrungi banyak pemilih yang notabennya anak-anak muda, ibu-ibu dan pemilih perempuan pada umumnya,” terangnya.
Untuk Suara Harnojoyo-Fitrianti dan Sarimuda-Rozak, urainya, mengalami penurunan, karena faktor keterwakilan perempuan (gadis dan ibu-ibu) kurang disentuh/kurang gebrakan saat akhir masa kampanye. “Semua paslon masih berpeluang besar, karena selisih antara pasangan calon tidak terlalu jauh,” urainya.
Dari temuan survei juga, diketahui tingkat pengetahuan masyarakat sudah cukup besar, terkait jadwal Pilwako Palembang 2018. Artinya KPU sukses dalam hal sosialisasi kepada masyarakat. “Tingkat partisipasi sebesar 72,00% masih bersifat prediktif, belum final. Ini menjadi catatan khusus untuk KPU, agar bisa mengantisipasi jumlah golput yang tinggi saat pemilihan nanti,” tandasnya. (tul)

















