PALEMBANG, fornews.co – Kondisi “luka” jalan di Kecamatan Gandus, Kota Palembang, semakin hari kian parah. Hal ini dikeluhkan warga Gandus yang sangat tidak nyaman dengan keadaan infrastruktur demikian itu. Menyusul, tingginya potenai kecelakaan khususnya bagi pengendaraan bermotor roda dua.
Melihat lubang-lubang jalan yang terus bertambah, lantas warga mengingatkan janji yang pernah dilontarkan Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang, Hj Fitrianti Agustinda pada saat pencalonannya mendampingi Harnojoyo (Wali Kota Palembang) awal 2018 lalu. Dikatakan bahwa jalan (Gandus) ini akan diperbaiki keseluruhan.
“Kami mengingatkan kembali janji yang pernah diucapkan oleh Wawako pada saat Pilkada lalu. Tentu tidak sulit baginya untuk mewujudkan (perbaikan jalan) ini,” kata Jon warga Gandus, Kamis (14/03).
Menurutnya, saat ini warga menunggu empati pemerintah atas ketidaknyamanan warganya saat melalui jalan di kawasan salah satunya jalan TKR Kadir, di mana lubang-lubang besar dengan kedalaman mencapai 20cm terlihat disejumlah titik.
Warga juga berencana untuk aksi di jalan yang rusak (berkubang) sebagai bentuk protes lambannya perhatian pemerintah kepada warganya dengan populasi mencapai 68.000 jiwa tersebut.
“Jalan ini satu-satunya akses bagi warga Gandus. Memang ditahun 2018 lalu sudah dilakukan perbaikan oleh Pemkot Palembang, setelah sejumlah warga melakukan aksi pengumpulan koin untuk perbaikan jalan. Tapi perbaikan yang dilakukan menjelang Pilkada itu tidak dilakukan keseluruhan, hanya per spot-spot yang saat ini memang kerusakannya paling parah,” timpal Udit Bagus Crisdianto.
Kini, lanjut Bagus, sejumlah titik yang belum sempat diperbaiki oleh Pemkot Palembang, kondisi kerusakannya sangat parah. Kerusakan seperti retak dan berlobang sudah merata disemua titik yang belum diperbaiki.
“Kami warga Gandus harus ekstra hati-hati dan bergiliran saat melintasi titik-titik yang rusak ini. Terkadang harus menunggu saat kendaraan besar seperti truk pengangkut pasir dan truk semen akan melintas. Kalau mengendarai motor masih mudah tapi kalau yang mengendarai mobil harus ekstra hati-hati,” jelas Bagus.
Menurutnya, memang sudah saatnya Pemkot Palembang, melakukan perbaikan jalan TKR Kadir, karena selain kerusakan yang parah dan menjadi satu-satunya jalan bagi warga Gandus.
“Kami sudah beberapa kali menyurati bahkan bertemu langsung dengan walikota Palembang dan memang ada perbaikan yang dilakukan. Tapi untuk titik yang tidak diperbaiki hanya dilakukan pengerasan dengan menggunakan batu split, saat musim hujan begini kembali hancur. Apalagi yang melintas jalan Gandus ini bukan hanya kendaraan pribadi, tapi kendaraan yang bertonase besar yang mencapai 20 ton,” ujarnya.
Bagus berharap, perbaikan yang dijanjikan wawako Palembang di awal tahun lalu dapat direalisasikan. Selain itu perbaikan pun diharapkan dapat dilakukan secara total dengan spesifikasi infrastruktur sama dengan perbaikan sebelumnya.
“Setelah dilakukan perbaikan, Pemkot Palembang pun harus menegakkan aturan seperti pembatasan tonase kendaraan yang melintas. Jangan sampai kendaraan yang melintas tidak sesuaji dengan kelas jalan yang semestinya,” pungkas Bagus. (irs)

















