PALEMBANG, fornews.co – Sebanyak 20 pesepakbola usia muda akan membawa nama Sumatra Selatan di kompetisi sepak bola Seri Nasional Liga Berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 di Tangerang, Banten, 1-6 September 2019. Tim Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) yang mewakili Sumsel dilepas oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel, Akhmad Yusuf Wibowo, Kamis (29/08) siang.
Yusuf berpesan kepada tim Sumsel untuk solid dan kompak baik yang memimpin dan yang dipimpin. Meski berkompetisi di level U16, namun tim ini tentunya akan menjadi sorotan daerah lain.
“Mereka ini merupakan duta provinsi yang hadir di (kompetisi) nasional. Mereka membawa citra Sumsel. Olahraga sepak bola ini menjunjung fair play seumur hidup baik dalam permainan, tingkah laku keseharian, sehingga attitude atlet dan pelatihnya harus baik,” ujar Yusuf di kantor Dispora Sumsel.
Menurut Yusuf, tim yang berangkat ini merupakan perpaduan antara PPLP Muba dan SONS. Meski dari dua tim berbeda, namun Yusuf yakin justru ini akan menjadi kekuatan tersendiri.
“Ini akan menjadi campuran kimia yang baik untuk membentuk tim yang solid dengan karakter baik untuk meningkatkan prestasi. Target di kompetisi ini adalah menjadi yang terbaik, Insyaallah juara,” tegas Yusuf.
Lebih lanjut Yusuf mengatakan, para pesepakbola U16 ini merupakan calon pemain Sriwijaya FC dan klub-klub di Liga Indonesia lainnya. Dengan pembinaan yang baik, talenta dari kabupaten/kota ini akan menjelma menjadi pemain kebanggaan Sumsel.
“Inilah bibit-bibit pemain Liga Indonesia di masa depan. Gubernur Sumsel sudah mencanangkan sepak bola sebagai prioritas olahraga di Sumsel. Gubernur juga lakukan Gerakan Sejuta Bola menindaklanjuti Inpres 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Gerakan ini akan menjadi virus untuk desa, kecamatan, kabupaten untuk bersama-sama maju dalam meningkatkan olahraga prestasi. Karena roh olahraga prestasi itu kompetisi, dan kompetisi di Sumsel sudah mulai dari desa,” tuturnya.
Manajer Tim Sumsel Erwin menambahkan, tim Sumsel terdiri dari 20 pemain. Mereka telah terbiasa latihan pagi sore jelang kompetisi ini.
“Bicara peluang kita bisa masuk final. Karena pemain yang memperkuat Elite Pro Liga 1 tidak boleh turun di kompetisi ini,” tukasnya. (ije)
















