PALEMBANG, fornews.co-Gubernur Sumsel terpilih periode 2018-2023, Herman Deru (HD) menyatakan, masalah internal di tubuh Sriwijaya FC (SFC) harus segera diperbaiki.
Terlebih, saat masa jabatan Gubernur Sumsel Alex Noerdin berakhir, ada kemungkinan gerbong dari manajemen SFC yang ada akan ikut diganti. Saat ini, di era Herman Deru sebagai pimpinan baru Sumsel, muncul keinginan dari mantan Manajer SFC Hendri Zainuddin untuk menduduki jabatan Presiden SFC tersebut.
Apalagi, ketika gejolak internal SFC ramai direspon publik dan disertai statement dari Komisaris SFC Muddai Madang di media cetak, Hendri Zainuddin melalui akun facebook nya ikut merespon balik atas statement dari Muddai Madang tersebut.
Nah, bagi Herman Deru, sejauh ini mengaku belum bisa berbuat banyak sebelum dirinya resmi dilatik sebagai Gubernur Sumsel. “Kalau mau jujur untuk saat ini, bagaimana mau perbaikan. Kita belum punya kewenangan sebelum dilantik. Jadi perbaikan itu akan dilakukan setelah dilantik, perbaikan yang maksud itu adalah prestasi dan solidnya kepengurusan,” ujar Herman Deru, di sela-sela acara pembukaan Rapat Koordinasi Calon Legislatif (Rakor Caleg) Partai NasDem se Sumsel, di The Zury Hotel Transmart, Sabtu (08/09).
Deru mengatakan, terkiat permasalahan internal manajemen dari klub berjuluk Laskar Wong Kito itu, dirinya baru mengetahui dari media. Selain itu, memang Deru saat ini tidak punya kewenangan untuk memanggil pihak manapun.
“Untuk menentukan siapa nanti yang bakal menjabat sebagai Presiden SFC, tentu harus melewati RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dulu. Gubernur hanya menyarankan saja, tapi paling tidak person tersebut haruslah paham olahraga dan punya komitmen,” katanya.
Saat ditanya tentang nama-nama yang bisa dipromosikan menjadi Presiden SFC, apakah sosok Hendri Zainuddin, Muddai Madang atau tetap dikendalikan Dodi Reza Alex, lagi-lagi Deru mengungkapkan, belum bisa tahu siapa-siapa figur yang diajukan dalam RUPS itu nanti.
“Intinya saya belum bisa masuk untuk mengurusi SFC ini. Kalau mau manggil orang-orangnya juga belum punya kapasitas. Kalau harus dibenahi, itu perlu dan tidak harus membredel yang lama. Selama komitmen pengurus lama itu jelas, jangankan Pak Muddai Madang, siapapun masih mungkin duduk disitu,” ungkapnya.
Deru menegaskan, kalau siapapun bisa menemuinya termasuk pengurus dari SFC sendiri. Karena, untuk membangun SFC lebih baik lagi, maka harus punya visi yang sama dengan masyarakat Sumsel. “Ini bukan selera dari gubernur saja. Siapapun bisa menjadi pengurus SFC selama dia masih diinginkan dalam RUPS,” tandasnya. (tul)

















