
PENDOPO, fornews.co – Kerja keras Harnodono, penggiat sampah warga Desa Tanah Abang, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengubah sampah bernilai ekonomi mulai berbuah manis dan dirasakan masyarakat Bumi Serepat Serasan. Bahkan dirinya juga memiliki moto “Sampah mu Tambang Emas ku”.
Sejak awal menggeluti aktivitas ini 2008 lalu, Harnodono, kala itu bekerja sendiri dengan menggunakan alat seadanya (manual). Namun sekarang, sudah mendirikan kelompok inovasi merubah sampah bernilai ekonomis yang beranggotakan 15 orang dan mendapat perhatian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina EP Asset 2 Adera Field.
Melalui dana CSR, PT Pertamina mendorong dengan memberi bantuan berupa peralatan pemecah sampah plastik dan peralatan lainnya bagi pengembangan usaha kelompok tersebut. Demikian itu, tentunya berkontribusi dalam menekan sampah yang terus meningkat di tempat tinggalnya.
“Alhamdulillah, saat ini kima mendapat banyak support dari perusahaan. Malah Pemkab PALI, juga telah membantu kami dalam pengelolaan sampah. Dari awal kami bentuk, sudah banyak produk yang kami hasilkan. Jadi, selain menghasilkan uang, kita juga ikut serta melestarikan lingkungan,” tutur Hanardono saat dibincangi, Jumat (28/07).
Dari kerja kerasnya itu pula, pria paruh baya ini, banyak menerima penghargaan hingga nasional. Saat ini, diakui Dono (sapaan akrab Hanardono), omzet kelompoknya rata-rata dalam satu bulannya bisa mencapai Rp30 juta. “Kami terus kembangkan pengelolaan sampah. Kami juga mendirikan bank sampah di desa-desa luar Kecamatan Tanah Abang,” terangnya.
Lebih jauh Dono menyampaikan, dalam upayanya memgatasi sampah, pihaknya menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan sampah, serta tidak menganggap sampah sesuatu yang tidak bernilai. “Jadi dengan adanya bank sampah, masyarakat bisa menukar sampah yang ada nilai ekonomisnya. Berkat pengolahan sampah, ekonomi keluarga kami terbilang cukup,” bebernya.
Dikatakannya, dirinya selalu siap apabila ada masyarakat yang ingin belajar mengolah sampah, bahkan dirinya tak segan apabila harus turun ke desa-desa mensosialisasikan pemanfaatan sampah. “Selain melestarikan lingkungan, kami juga ingin merubah pola fikir masyarakat yang notabenenya hanya memikirkan bagaimana dan kemana membuang sampah. Tapi ke depan, bagaimana sampah yang kita buang menjadi uang dan kami punya moto sebagai penyemangat masyarakat (Sampahmu Tambang Emasku),” tegasnya.
Sementara itu, Legal and Relation Pertamina EP Asset 2 Adera Field, Sutijak mengatakan, perusahaan tersebut akan selalu mensupport kegiatan pengelolaan sampah. “Tidak hanya pada kelompok yang diketuai pak Dono saja, tapi dengan kelompok di desa lain juga kami telah bantu berupa alat pencacah sampah,” katanya.
Lanjutnya, seperti baru-baru ini, perusahaan milik negara itu membantu di Desa Curup. Sebab, di desa tersebut ke depan bakal dibentuk unit bank sampah serta pengolahannya pun di sana. “Jadi, dengan kerjasama ini, kami sebagai perusahaan ingin andil dalam melakukan pelestarian lingkungan serta jalinan kerjasama antara masyarakat dengan perusahaan tetap terjaga dan saling menguntungkan,” tandas Sutijak. (son)

















