JAKARTA, fornews.co – TNI mengirimkan puluhan tim medis ke Kabupaten Asmat, Papua, untuk menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk di sana.
Pangdam Cendrawasih Papua Mayjen TNI George Elnadus Supit mengatakan, tim medis yang berjumlah sekitar 50 tersebut telah berangkat ke wilayahnya.
“Dari Panglima TNI, hari ini mengirimkan bantuan tenaga medis dan bantuan makanan,” ujarnya di Mabes AD Jakarta, yang dilansir Anadolu Agency, Senin (15/01).
Supit memaparkan, berdasarkan hasil penyelidikan anggotanya di Papua, merebaknya wabah campak dan gizi buruk itu akibat tidak dilakukannya imunisasi. Selain itu, tim medis di wilayah Papua terbatas, sehingga imunisasi sulit dilakukan.
“Tenaga medis terbatas di sana, daerahnya cukup sulit, kita mau ngumpulin masyarakat susah, karena mobilitas masyarakat tinggi,” terangnya.
Supit mencatat, ada ratusan orang yang terkena wabah tersebut. Diperkirakan 20-30 distrik mengalami wabah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat.
“Desanya tersebar, dan [akses] sangat sulit. Saya sudah perintahkan jajaran saya untuk mengecek,” imbuhnya.
Akibat imunisasi tidak optimal, campak dan gizi buruk melanda suku Asmat di Distrik Agats, Papua. Dalam beberapa bulan terakhir ada sekitar 24 anak meninggal dunia. (AA)

















