PALEMBANG, fornews.co – PT Jakabaring Sport City terpaksa mengambil keputusan menutup akses beberapa cabang olahraga (cabor) yang berlatih di JSC sejak awal tahun 2019 ini.
Beberapa hari ini pengurus, pelatih dan atlet beberapa cabor mengeluhkan terbatasnya akses untuk memanfaatkan ruangan, gedung maupun fasilitas lainnya di JSC yang selama ini mereka gunakan. Puncaknya pada Rabu (09/01), seluruh fasilitas tersebut ditutup paksa oleh PT JSC. Sehingga aktivitas latihan tidak lagi berjalan seperti biasa.
“Ya benar, ada penggembokan seluruh venue. Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh cabor. Bukannya kami tidak mendukung pengembangan olahraga di Sumsel. Hanya saja kami juga ingin pihak terkait bersikap profesional,” ujar Direktur Utama PT Jakabaring Sport City Meina Fatriani Paloh ketika dikonfirmasi fornews.co, Rabu (09/01) sore.
Menurut Meina, awal dari persoalan ini adalah adanya kewajiban dari KONI Sumsel kepada PT JSC yang belum terpenuhi. Hal itu terkait kontribusi pembiayaan atas penggunaan berbagai venue dan fasilitas di kawasan JSC untuk latihan cabor selama tahun 2018. Adapun total biaya yang menjadi tanggungan KONI Sumsel mencapai Rp9 miliar. Namun setelah diadakan koordinasi, PT JSC pun memberikan potongan hingga KONI Sumsel hanya harus membayar Rp1 miliar.
“Namun setelah diberi diskon itupun, masih banyak alasan yang diberikan KONI Sumsel. Dari tiga kali penyampaian tagihan, dinyatakan selalu hilang. Lalu ada pula alasan di penagihan tidak mencantumkan nomor rekening. Setelah berlarut-larut barulah pihak keuangan KONI Sumsel menghubungi kami di tanggal 28 Desember 2018. Tapi itu percuma, sebab pembukuan perusahaan sudah tutup buku di tanggal 27 Desember 2018,” tuturnya.
Diakui Meina, saat ini kawasan JSC terus berbenah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Oleh karenanya, pendapatan sekecil apapun sangat berarti bagi PT JSC.
“Kami saat ini sedang efisiensi di segala hal. Perbaikan dan pembenahan juga terus dilakukan. Pastinya butuh biaya untuk bayar air, listrik, maintenance, dan gaji pegawai. Untuk itu saya sangat mengharapkan pengurus, pelatih dan atlet cabor mengerti kondisi ini. Dan untuk pihak KONI Sumsel kami mohon pro aktif menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.
“Sekali lagi kami menunggu iktikad baik KONI Sumsel. Kami butuh solusi dan bukan janji-janji. Dan selagi menunggu realisasinya (pembayaran) mohon maaf venue tetap kami gembok,” imbuhnya. (ije)

















