JAKARTA, fornews.co-Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyatakan, pemerintah pusat perlu secepatnya memberi solusi kebijakan kongkrit, sehubungan Restorasi Gambut pasca kebakaran lahan gambut 2015 lalu.
“Mau dibawa kemana lahan gambut eks kebakaran. Tentunya disatu sisi tetap perlu pencegahan agar jangan terbakar lagi. Tapi juga tetap terbuka bagi akses masyarakat untuk berbudidaya/cocok tanam di zona-zona tertentu. Pertanyaan berikutnya budidaya apa?. Tentu budidaya tanaman pangan, atau non pangan yang bisa memberi manfaat keekonomian kepada masyarakat lokal,” ujarnya, saat menjadi panelis, pada Diskusi Terfokus Pendalaman Peluang dan Skenario Implementasi Fasilitasi Investasi dan Model Bisnis Restorasi Gambut Melalui Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus, di Kabupaten OKI, Muba, Kepulauan Meranti dan Pulai Pisau, di Jakarta, Kamis (05/10).
Beni menyampaikan, ada beberapa hal penting dalam pendekatan investasi bisnis pengelolaan gambut di Muba tersebut. Pertama, di mulai dengan prasyarat data gambut yang defenitif (kedalaman, sebaran, kondisi eksisting penggunaannya saat ini), serta posisi keberadaan masyarakat di gambut.
“Kemudian, dari data gambut yang valid/defenitif itu, mesti dibuat kebijakan tentang zonasinya (lindung dan budidaya), yang masing-masing zona di tentukan ada pendekatan pengelolaannya,” katanya.
Selanjutnya, papar Beni, keterlibatan semua pihak terutama pihak yang sudah beraktivitas di lahan gambut yang mesti sudah mengikuti model zonasi yang dibuat. Ada lagi, legalitas lahan kelola terutama masyarakat, mesti diiringi dengan dukungan permodalan dan pendampingan best praktisnya.
“Terakhir, membentuk kelembagaan tingkat kabupaten dalam pengelolaan gambut, untuk memperkuat pengawasan dalam implementasi zonasi, dan pengelolaan lahan tanpa bakar, termasuk mendukung teknologi alternatif tanpa bakar,” tandasnya.
Dalam diskusi terfokus ini, para ahli peneliti, akademisi dari beberapa universitas, termasuk dari Japan Internasional Cooperation Agency (JICA), secara bergantian memaparkan konsepsi bisnis dan komoditas yang sejalan dengan merestorasi gambut, seperti tanaman sagu, nanas, kopi liberica, purun, budidaya perikanan dan lain-lain. (tul)

















