PALEMBANG, fornews.co – Pengprov Indonesia Woodball Association (IWbA) Sumatra Selatan kembali membidik tiket PON XX Papua 2020 yang akan diperebutkan pada Kejurnas, Oktober mendatang.
Pada Kejurnas Pra PON di Tangerang Selatan, 4-7 Juli 2019, Sumsel meraih hasil menggembirakan. Empat atlet woodball Sumsel terdiri dari dua putra dan dua putri dipastikan menggenggam tiket tampil di PON edisi ke-20 ini. Tak cukup disitu, Sumsel masih memiliki menambah kuota atlet yang lolos ke PON melalui Kejurnas bulan depan.
“(Kejurnas) tahap dua nanti bulan Oktober. Kita yakin bisa menambah minimal dua atlet lagi. Untuk nomornya di katagori double dan stroke per orangan,” ujar Ketua Pengprov IWbA Sumsel, Hj Sunnah ditemui di gedung KONI Sumsel, Senin (09/09).
Dibalik keyakinan atletnya mampu bersaing di kancah nasional, Sunnah mengeluhkan sejumlah kendala dalam pembinaan prestasi atlet. Yang paling dirasakan adalah belum dimilikinya lapangan latihan yang tetap dan representatif sesuai standar.
“Kita ini latihan masih pindah-pindah. Saat ini sementara waktu atlet kita latihan di halaman kantor DPRD Sumsel. Ini juga kita lagi melobi pihak SMA Negeri 1 (Palembang) untuk bisa memanfaatkan lapangannya untuk latihan,”
Menurut Sunnah, Pengprov IWbA Sumsel sudah sering mengajukan (latihan) di JSC. Akan tetapi sampai sekarang belum bisa terealisasi karena terhambat di pendanaan.
“Sekali latihan Rp2 juta, kalau sebulan 4 kali latihan berarti Rp8 juta, ya cukup mahal, kita keberatan. Kalau anggaran Pengprov dialokasikan untuk sewa lapangan latihan disana saya rasa terlalu mahal. Lebih baik dananya kita alihkan untuk pembinaan atlet-atlet kita saja,” kata Sunnah.
Diakui Sunnah, pihaknya juga sudah pernah mengajukan kerja sama sponsor ke pihak swasta. Namun karena biaya yang dibutuhkan untuk latihan tidak sedikit dan olahraga ini belum terlalu populer di masyarakat membuat pihaknya kesulitan menggandeng sponsor. (ije)
















