PALEMBANG, fornews.co – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada Rabu 9 Desember 2020 yang berlangsung di tengah pandemi COVID-19 menjadi sorotan sejumlah media asing.
Portal berita berbasis di Doha Qatar, Al Jazeera, menyoroti kasus COVID-19 di Indonesia yang sudah mencatatkan lebih dari 586.000 kasus dan 18.000 kematian sejak pandemi dimulai. Sementara pemerintah tetap menggelar pemungutan suara.
Dalam sebuah artikel yang ditayangkan pada Selasa (8/12), Al Jazeera menyebutkan “Indonesia tetap pergi ke tempat pemungutan suara meskipun pandemi tak ada henti-hentinya”.
“Indonesia akan melanjutkan pemungutan suara pada hari Rabu untuk memilih pemimpin lokal dan regional di seluruh nusantara meskipun wabah COVID-19 yang menunda pemilihan pada bulan September tetap yang paling parah di Asia Tenggara,” tulis Al Jazeera.
Situs berita South China Morning Post juga memberitakan hal senada. Bahkan tak hanya membahas soal risiko lonjakan virus corona selama gelaran Pilkada, tapi juga mengulas menantu dan putra tertua Presiden Joko Widodo yang termasuk di antara kandidat.
“Ratusan calon memperebutkan 270 posisi, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota, termasuk putra sulung Presiden Joko Widodo,” sebut SCMP dalam artikelnya.
Dalam webinar pada hari Senin (7/12), Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, KPU telah memberlakukan langkah-langkah ketat untuk petugas dan pemilih dengan mendistribusikan sarung tangan dan peralatan pelindung lainnya ke TPS di seluruh negeri untuk membantu menjaga keselamatan panitia pemungutan suara dan warga yang menyalurkan hak suaranya.
“Saya dapat memahami situasi ini, tetapi kami sedang berupaya,” kata Arief menanggapi kekhawatiran tentang pandemi. (yas)

















