PALEMBANG, fornews.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan mulai bersiaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena saat ini telah memasuki musim kemarau.
Berbagai persiapan dan antisipasi dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla seperti melakukan pemetaan dan mulai menyiagakan petugas ditempat yang rawan terjadinya Karhutla.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, berdasarkan pemetaan pihaknya, terdapat 300 desa yang rawan karhutla di Sumsel. Namun, yang menjadi fokus penanganan sekitar 100 desa yang tersebar di empat kabupaten yakni OKI, Ogan Ilir, Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin.
“Daerah ini tergolong rawan karena lahannya gambut sehingga mudah untuk terbakar,” katanya saat ditemui, Senin (17/06).
Menurut Ansori, berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau akan terjadi pada akhir Juni. Saat ini, pihaknya telah menyiagakan sebanyak 6.000 petugas. Jumlah itu belum ditambah dengan bantuan personel dari TNI, Polri, dan masyarakat sekitar desa yang berjumlah 1.500 orang. Petugas ini nantinya akan bertugas sejak Juli hingga Oktober mendatang. Mengingat, di bulan tersebut merupakan puncak dari musim kemarau di Sumsel.
“Musim kemarau tahun ini tergolong cukup ekstrem. Kami mengimbau agar masyarakat maupun perkebunan tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu terjadi karhutla dan kabut asap,” tutupnya. (alu)

















