PANGKALAN BALAI, fornews.co – Ishak Mekki bersama Yudha Pratomo Mahyuddin terus fokus pada program kesejahteraan masyarakat yang akan diwujudkan apabila terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur di Sumsel periode 2018-2023. Selain memberikan program sempurna pendidikan gratis dan berkualitas pihaknya juga akan meningkatkan kesejahteraan para guru PNS maupun honorer.
Seperti disampaikan Calon Gubernur Sumsel nomor urut 3, Ishak Mekki pada kampanye dialogis di Kabupaten Banyuasin, Senin (26/3). “Kita akan berupaya meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya bagi guru-guru di daerah terpencil,” ujar Ishak.
Menurut Ishak, selama ini tunjangan bagi guru-guru di daerah terpencil memang telah dicover pemerintah pusat. Akan tetapi akan berbeda di Sumsel kedepannya tidak hanya PNS, namun program Ishak-Yudha juga akan memberikan insentif kepada guru-guru honorer yang bertugas di daerah terpencil.
“Kalau tunjangan kita ada, kalau daerah terpencil itu masuk daerah 3T (terluar, tertinggal, terpencil) itu mereka ada perlakuan khusus dari pusat, tapi itu untuk PNS. Untuk honorer juga disiapkan apabila kami terpilih,” tutur Ishak.
Lebih lanjut Ishak menerangkan, untuk mendapatkan insentif dari Pemprov Sumsel ini, para guru PNS maupun honorer yang mengajar di daerah terpencil tentunya harus memenuhi administrasi yang dibutuhkan. Namun jika guru-guru tersebut belum dapat melengkapi administrasi untuk mengusulkan insentif atau tunjangan dari Pemerintah Pusat,maka Pemda dapat memberikan insentif bagi guru terpencil dengan syarat tidak boleh dobel.
“Yang jelas mereka juga harus lengkap administrasi, ada nomor registrasi gurunya sehingga nanti kita ajukan ke Kemendikbud dan KPDT (Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal) yang akan memberikan insentif. Seandainya guru itu tidak lengkap (persyaratannya) kita akan usahakan tunjangan daerah terpencil melalui Diknas (Dinas Pendidikan), namun nominalnya akan disesuaikan dengan keuangan daerah,” pungkas Ishak menjawab pertanyaan dari masyarakat Kabupaten Banyuasin.
Pihaknya juga berharap dengan program sempurna pendidikan gratis dapat meningkatkan kesejahteraan guru dan para wali murid, sehingga sekolah sebagai tempat pendidikan fokus dalam mendidik generasi bangsa.
“Suatu daerah maju jika pendidikan juga maju. Begitupun sebaliknya jika pendidikan mundur, masyarakatnya juga dapat dipastikan buruk walaupun banyak pembangunan,” tukas Ishak. (ije)
Imbas 25 Media Digugat Perdata di PN Palembang, Komite Keselamatan Jurnalis Angkat Bicara
JAKARTA, fornews.co – Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) angkat bicara terkait gugatan terhadap 25 media di Sumatera Selatan (Sumsel) menghadapi proses...
Read more

















