PALEMBANG, fornews.co – Lembaga penelitian Alvara Research Center (ARC) dalam Outlook Indonesia 2018 dalam Perspektif Marketing dan Politik menyebutkan ada tiga komponen yang menjadi “bahan bakar” ekonomi dan politik Indonesia yaitu, Masyarakat Urban, Kelas Menengah dan Generasi Milenial.
Founder dan CEO ARC Hasanuddin Ali mengatakan bahwa masyarakat Urban yang tinggal diperkotaan lebih banyak daripada yang tinggal dipedesaan, tahun 2015 saja penduduk urban menurut data BPS di Indonesia sudah mencapai 53,3%.
“Perbedaan antara urban dan rural ini bukanlah sekedar persoalan perbedaan geografis semata, tapi lebih jauh dari itu adalah perbedaan soal nilai-nilai/values, pola pikir, dan juga budaya/culture,”katanya.
Masyarakat urban dan rural memiliki perbedaan dalam spectrum yang diametral. Akibat tuntutan ekonomi yang tinggi, masyarakat urban lebih memiliki karakter individualis, cenderung lebih konsumtif dan materialistik.
“Masyarakat urban juga lebih lebih berpikiran terbuka karena kemudahan akses terhadap informasi yang lebih luas dan terbiasa hidup dalam lingkungan yang heterogen,”ujarnya.
Komponen kedua adalah Kelas Menengah . Di berbagai negara kelas menengah selalu menjadi motor perubahan terutama terkait dengan aspek ekonomi dan perubahan sosial. Mereka memiliki uang lebih sehigga mereka memiliki daya beli yang cukup sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi dari sektor konsumsi, mereka juga memiliki gaya hidup diatas kebanyakan orang.
Berdasarkan data BPS, jumlah kelas menengah di Indonesia tahun 2017 cukup besar, yaitu 66,31% artinya dari total penduduk Indonesia adalah kelas menengah.
“Mereka inilah yang diharapkan mampu mendorong kenaikan tingkat konsumsi rumah tangga Indonesia,”katanya.
Komponen ketiga, adalah Generasi milenial. Di Indonesia kelompok ini mencapai 34%, generasi mayoritas diantara generasi-generasi yang lain. Generasi milenial adalah generasi istimewa, menurut Pew Research Center mereka adalah generasi yang lahir antara tahun 1981 – 1999, mereka memiliki karakter dan perilaku yang sangat digital minded karena konsumsi mereka terhadap internet sangat tinggi.
“Generasi milenial lah yang akan menjadi penentu ekonomi politik Indonesia kedepan, karena itu tidak heran bila pelaku bisnis dan pelaku politik berlomba-lomba menggantungkan harapannya pada generasi milenial,”jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo seperti dilansir Setkab.go.id mengatakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia memiliki kemampuan untuk berkompetisi dengan negara-negara lain. Menurut Presiden, Indonesia memiliki 250 juta penduduk, dan 60% dari penduduk adalah anak muda. Jumlah tersebut, menurut Presiden, akan terus meningkat dan diperkirakan nanti tahun 2040 jumlah usia produktif Indonesia mencapai 195 juta.
“Ini adalah kekayaan kita, dan ini adalah peluang kita untuk memenangkan persaingan dalam berkompetisi dengan negara-negara lain. Kalau kita bisa mengelola, kalau kita bisa memanfaatkan potensi ini, kalau kita bisa memanfaatkan ini, kita akan menjadi bangsa pemenang,” tegas Presiden Jokowi. (cng)
















