YOGYAKARTA, fornews.co—Aktivitas mendaki kerap dianggap buang-buang waktu sia-sia. Namun tidak bagi warga Notoprajan, Kota Yogyakarta. Pendakian massal melibatkan anak-anak dan remaja ini membuat para amatir angkat topi.
Tiga pendaki cilik Pusaka Adventure, yakni Khanza, Aisyah dan Bintang, membuat pendaki amatir geleng kepala. Pasalnya mereka mampu mencapai di ketinggian lebih dari 2500 mdpl.
Aisyah, misalnya. Ia berhasil mencapai puncak Kendil Merbabu bersama orang tuanya. Ais mengaku sangat senang dapat menikmati pemandangan yang sebelumnya tidak pernah ditemuinya.
“Sangat senang bisa menikmati pemandangan yang indah,” ungkap Aisyah, siswi kelas 6 SDN Ngabean, Yogyakarta.
Ia mengaku ditawari orang tuanya untuk ikut mendaki Merbabu bersama warga Notoprajan. Aktivitas mendaki kini menjadi kegiatannya di luar sekolah.
Baca: Mata Air Tuk Sikendil Gunung Merbabu
Begitu pula Bintang, siswi SMPN 3 Yogyakarta, yang sejak awal berkeinginan turut dalam pendakian massal di Merbabu. Kedua orang tuanya yang merupakan mantan pendaki lawas dari Komunitas Merapi dan Malioboro, justru mendampingi pendakian pertamanya.
Kegiatan di luar sekolah ini menjadi pengalaman pertamanya mendaki Gunung Merbabu.
“Bahagia karena bisa melihat luasnya dunia dan alam,” ujarnya, Sabtu.
Karena matahari semakin meninggi, Bintang terpaksa harus puas mendaki hingga beberapa di atas Pos IV, di ketinggian sekitar 2700 mdpl.
Khanza, siswi SDN Ngabean kelas 4, memilih ikut pendakian massal bersama warga Notoprajan. Ia tidak tertarik acara piknik bersama sekolahannya.
Didampingi orang tuanya, Khanza berhasil mencapai Pos IV Gunung Merbabu dari jalur Grenden.
Sepanjang pendakian Khanza tidak mengeluh capek. Ia justru terlihat riang. Sejak pagi, dari Pos III, tak henti-hentinya bercerita sehingga membuat pendaki lain tersenyum.
Khanza mengaku tidak puas mendaki di Merbabu. Melihat gunung-gunung seperti dekat di depan matanya, ia pun ingin mendaki di sejumlah gunung tersebut.
“Pingin naik yang di sana,” ujarnya seraya menunjuk gunung Sumbing, Sindoro, Telomoyo, Andong, Slamet, dan Muria.
Di usianya yang masih anak-anak, Khanza beranggapan pendakian massal bersama warga Notoprajan adalah refreshing yang menyenangkan. (adam)
instagram:
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
facebook:
fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja

















