
PENDOPO, fornews.co- Gudang tempat penyimpanan bahan kimia berbahaya dan limbah minyak bekas atau B3, ditemukan di kawasan Perigi depan golf Jalan Merdeka, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.
Penemuan itu terjadi, setelah Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reksrim Khusus (Reskrimsus) Polda Sumsel melakukan penggrebekan di lokasi tersebut, Jumat (03/02) sekitar pukul 00.30 WIB. Karena, bahan-bahan kimia tersebut diduga berbahaya bagi kesehatan warga sekitar. Terlebih, lokasinya bersinggungan langsung dengan pemukiman warga.
Barang-barang tersebut, ternyata diketahui sudah ada lebih kurang 6 tahun. Selama ini, lokasi tersebut tertutup pagar tinggi, dengan pintu masuk yang digembok. Barang yang diduga bahan kimia berbahaya itu, disimpan dalam tempat khusus. Namun, diletakkan begitu saja diatas tanah. Di sekelilingnya dihamparkan limbah B3. Seharusnya, bahan kimia yang kerap menguap itu, seharusnya ditanam dengan kedalaman minimal tujuh meter.
Menurut Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga SIK, melalui Kanit IV Kompol Erwanto membenarkan, pihaknya melakukan pengecekan untuk menindak lanjuti adanya laporan yang masuk ke pihaknya. Setelah berkoordinasi dengan warga setempat, pihaknya melakukan pengecekan di lokasi tersebut.
“Dari hasil penyelidikan di lapangan sementara ini, kita sudah mengamankan barang bukti dan mengambil sampel. Tapi, secara kasat mata barang bukti tersebut seperti minyak hitam yang diambil dari aliran sungai disekitar dilokasi,” ujarnya.
Sejauh ini, jelasnya, pihak kepolisian belum bisa memastikan, minyak tersebut jenisnya apa, apakah itu limbah B3 dan bahan kimia berbahaya. “Sampel dari lapangan akan kita bawa ke Palembang dulu, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Terkait izin dan lain sebagainya, nanti pihaknya akan memanggil secara resmi terhadap pemilik tempat penyimpanan itu. “Kalau masalah izin kita juga belum tahu, setelah kita konfirmasi, pemiliknya ada di Palembang. Sejauh ini, setelah melihat lokasi, tidak ada aktifitas pabrik atau mesin yang menggunakan bahan bakar minyak. Kemungkinan besar lokasi tersebut tempat penyimpan,” tandasnya. (son)

















