JAKARTA, fornews.co– Ketua Tim Kampanye Nasional, Erick Tohir mengingatkan seluruh pihak terutama relawan, serta para peserta rapat umum rakyat sebagai kampanye akbar hari ini untuk menjaga situasi.
Erick mengingatkan ada sejumlah pihak yang mencoba memanfaatkan situasi penuh kegembiraan, dalam kampanye ini. Terutama saat konser putih bersatu berlangsung.
“Kami mengingatkan agar para pendukung 01 yang akan hadir waspada atas upaya gangguan dari pihak tak bertanggung-jawab yang bertujuan untuk memancing emosi kita,” ujarnya, disebelum Kampanye akbar pasangan Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dengan Kiai Ma’ruf Amin di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat, Sabtu (13/04).
Erick mengungkapkan, ada tiga skenario yang mungkin terjadi. Pertama, para pengganggu bergabung dengan pendukung 01 untuk kemudian berfoto dengan simbol jari yang tidak sesuai dengan tema kampanye Jokowi-Amin. “Mohon jangan terpancing emosi, saran tindakan adalah ajak bercanda dan foto bareng juga dengan simbol jempol kita,” ungkapnya.
Tindakan yang perlu diambil, saran Erick, adalah para pendukung 01 juga ambil foto untuk kemudian disebarkan dengan tagar bernuansa persatuan. Contoh tagar yang dimaksud adalah “#01MenyatukanPerbedaan”, “#01TerbukaUntukSemua”, dan “#01TidakEksklusif”.
Skenario kedua, jelas Erick, berawal seperti skenario 1, namun ada penyusup lain yang berperan sebagai pendukung 01 yang emosional dan melakukan tindak kekerasan terhadap mereka.
“Jangan lupa, dalam skenario kedua ini mereka sudah siapkan ‘tim dokumentasi’ sendiri. Kami menyarankan agar segera pisahkan mereka sejauh mungkin ketika kata-kata makian sudah terlontar. Ini adalah ‘kode’ akan dimulainya sandiwara ‘kerusuhan’,” jelasnya.
Erick juga menggarisbawahi skenario ketiga, yaitu ada kemungkinan para pengganggu tidak segan-segan untuk memancing kerusuhan yang lebih besar. “Mereka akan melangsungkan kerusuhan secara terbuka dan memprovokasi terjadinya perluasan kerusuhan. Jika ini terjadi, kami menyarankan agar segera ambil gambar mereka, dan saat bersamaan minta teman kita melapor pihak keamanan,” tandasnya.(tul)
















