PALEMBANG, fornews.co – Berangkat dari keinginan mengedepankan kebudayaan, Angkatan Muda Keluarga Palembang Darussalam (AMKPD) Kota Palembang, siap untuk terlibat dan mengenalkan kebudayaan saat perhelatan Asian Games, Agustus mendatang.
Ketua AMKPD Kota Palembang, Nandriani Oktarina mengatakan, sesuai permintaan dari Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin, bahwa AMKPD harus ikut serta pada perhelatan olahraga negara-negara Asia tersebut dengan menonjolkan keberagaman budaya yang ada di Palembang.
“Kita akan ikut serta dalam Asian Games, 100 persen. Pak Alex juga telah meminta kita untuk ikut serta di situ, supaya kita pun kaum-kaum muda ataupun yang lainnya bisa ikut serta dalam kebudayaan. Karena seperti yang kita tahu, kebudayan Kota Palembang itu sangat baik, baik dari hasil kerajinannya, kulinernya, itu yang harus dikembangkan baik di dalam maupun di luar atau manca negara,” kata Nandriani saat dibincangi di Griya Agung, Palembang, Rabu (09/05) msalam.
Nandriani mencontohkan, seperti pemakaian tanjak pada lelaki dan gandik pada perempuan, itu merupakan sebuah kebudayaan Palembang yang perlu dikembangkan dan dipromosikan, apalagi ketika ada even olahraga sekelas Asian Games.
“Seperti malam (Rabu) ini, terlihat sekali perempuan-perempuan cantik memakai gandik itu sangat baik, dan lelaki itu memakai tanjak dan rumpak (membudayakan khas Palembang). Jadi tadi kami meminta untuk (Dikeluarkan Pergub), bagaimana kalau misalkan dari pusat-pusat kota, entah itu rumah makan, entah itu pusat perbelanjaan, kita dipakai khasnya, dalam artian ada gandik dan tanjak yang dipakai, jadi ada sesuatu yang khas yang terlihat dari Sumatra Selatan,”paparnya.
Gubernur sendiri, tutur Nandriani, sejak mereka melakukan audiensi untuk pelantikan AMKPD, sebenarnya sudah mengagendakan tentang pemakaian tanjak dan gandik di pusat-pusat kota untuk menunjukkan kebudayaan khas Palembang, karena memang beberapa provinsi lainnya sudah melakukan hal seperti ini untuk mengenalkan kearifan budaya lokal. “Jadi setelah ini kita akan mencoba melakukan itu (pemakaian tanjak dan gandik,” tuturnya.
Selain itu, tambahnya, program ke depan lainnya adalah mengembangkan kebudayaan rumah Limas untuk menunjukkan ciri khas rumah adat Sumatra Selatan.
“Insya Allah, saya dan (AMKPD) provinsi dan ibu ketua umum pusat (AMKPD) akan mengembangkan suatu rumah Limas, jadi bagaimana provinsi Sumatra Selatan itu bisa dikenal seperti provinsi lainnya. Jadi kalau misalnya ada orang datang berkujung, kita dapat dapat menunjukkan khasnya. Misalnya berfoto memakai baju adat dan berfoto di situ dan lainnya,” tandasnya. (bas)

















