
PALEMBANG-Anggota DPRD Sumsel asal daerah pemilihan (dapil) Lahat, Pagaralam dan Empat Lawang, Ir Holda berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam untuk lebih jeli melihat celah-celah anggaran di APBN untuk pengembangan pariwisata di kota tersebut.
Karena, minimnya anggaran untuk pengembangan pariwisata bukan saja terjadi di Pagaralam, tapi kabupaten/kota lain termasuk Provinsi Sumsel mengalami hal serupa, karena adanya efisiensi anggaran dari pusat. “Karena dalam APBN itukan banyak anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan-pengembangan, terutama untuk pariwisata. Pemerintah pusat juga sangat welcome, jika ada proposal masuk. Karena pemerintah pusat juga berharap ada usulan-usulan dari bawah. Sekarangkan sistimnya bottom up, bukan up down. Makanya, kita mengajak pemerintah daerah dan DPRD kabupaten/kota untuk melihat peluang-peluang dari APBN dan jangan terlalu berharap dari APBD provinsi,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, potensi wisata yang ada di Pagaralam sangat besar. Selain ada wisata perkebunan, Pagaralam juga memiliki pesona alam yang indah. Jadi, keindahan alam Pagaralam inilah yang lebih ditonjolkan, sembari meningkatkan industri-industri kerajinan. Belum lagi, kalau ada kuliner-kuliner khas, serta budaya-budaya yang terkait dengan Pagaralam. “Tapi, Pagaralam juga harus melihat potensi lain yang akan dikembangkan di sana. Terlebih ada tahun 2017 nanti merupakan tahun wisata, jadi untuk daerah Sumsel mungkin ada peningkatan-peningkatan anggaran yang ada di kabupaten/kota,” jelasnya.
Holda melanjutkan, memang saat ini baru dilahirkan Peraturan daerah (Perda) Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Provinsi Sumsel (Ripparprov) dan itu harus diiringi dengan Rencana Induk Pengembangan Daerah (Riparda) di tingkat kabupaten/kota. Semua sinergi Ripparprov dan Riparda ini harus berjalan, dimana Riparda harus mengikuti Ripparprov. “Itukan sudah dibagi beberapa zona, yakni zona Palembang – Banyuasin – Muba dan sekitarnya, Pali – Prabumulih – Muaraenim dan sekitarnya, Mura – Linggau – Muratara dan sekitarnya, OI – OKI dan sekitarnya, Pagaralam – Lahat – Empat Lawang dan sekitarnya, serta OKU Timur – OKU Selatan dan sekitarnya,’ tandasnya. (tul)

















