PALEMBANG, Fornews.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mengklaim capaian investasi di Sumsel mampu mencapai target untuk triwulan kedua meski tengah dilanda pandemi Virus Corona atau COVID-19.
Tercatat realisasi investasi untuk triwulan kedua yakni mencapai Rp 6 triliun dari total target tahun 2020 yakni Rp 26 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, Megaria mengatakan pandemi yang terjadi di seluruh negara ini memang berdampak kepada seluruh sektor. Bahkan, menghambat beberapa investasi yang seharusnya dapat dilakukan di Sumsel.
“Kalau menunda itu tidak ada, yang ada terhambat saja karena membutuhkan tenaga ahli dari luar,” katanya saat ditemui di Griya Agung Palembang, Jumat (31/07).
Dengan terhambat investasi tersebut maka tentunya iklim investasi di Sumsel juga menurun. Hanya saja, untuk triwulan kedua ini sudah mencapai target yakni Rp 6 triliun. Dimana, Sumsel masuk peringkat ke-12 untuk realisasi tertinggi secara nasional.
“Ya di triwulan kedua ini alhamdulillah diatas target Rp 6 triliun. Kalau untuk target tahun ini sebesar Rp26 triliun. Jadi kalau dibagi 4 (triwulan) yah capaiannya sudah sesuai target,” terangnya.
Kedepan, ia berharap iklim investasi di Sumsel terus mengalami peningkatan apalagi jika ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api. Sejauh ini, progres KEK sendiri masih terkendala Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) lantaran survey di lapangan tidak didapat dilakukan. Sedangkan, persyaratan lainnya sudah lengkap.
Pada prinsipnya pemerintah pusat mendukung percepatan pengembangan KEK TAA di Sumsel. Bahkan, secara khusus pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi terus menanyakan progres yang telah dibuat.
“Pemerintah pusat pada prinsipnya sangat mendukung. Apapun kendalanya agar bisa ditindaklanjuti,” tutupnya. (lim)
















