
JAKARTA-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyatakan, kontingan Indonesia mampu mendulang 20 medali emas, pada gelaran Asian Games XVIII di DKI Jakarta, Jabar, Sumsel, dan Banten 2018 nanti.
“Kalau di Incheon (Korsel) kemarin kita hanya mendapat 4 emas. Kita harapkan di Asian Games 2018 setidaknya memperoleh 20 medali emas. Kita ingin masuk ke 8 besar, jadi ranking 8 kita harapkan. Itu menjadi prioritas prestasi bagi kami,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas persiapan Asian Games XVIII, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (24/10) petang.
Imam menjelaskan, estimasi target 20 medali emas itu diharapkan bisa diperoleh dari cabang olahraga (cabor) bulutangkis, angkat besi, dayung, judo, karate, tinju, atletik, sepeda, dan beberapa cabang lainnya. Kemudian, semua atlet yang berlaga di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, beberapa waktu lalu ditargetkan akan turun pada Asian Games 2018 nanti. “Bukan berarti mereka turun kelas tetapi karena kita menjadi tuan rumah tentu kita harus mencapai prestasi yang lebih baik. Karena baik Asian Games maupun Olimpiade keduanya adalah target besar Indonesia,” jelas Imam.
Untuk merealisasikan target tersebut, Imam mengungkapkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan atlet-atlet tersebut untuk memastikan mereka siap untuk ikut berlaga di Asian Games 2018. “Apakah mereka betul-betul ikut turun atau tidak. Dalam waktu 2 tahun kita akan lihat perkembangan mereka nanti. Makanya, setiap mereka bertanding baik itu single maupun kejuaraan yang lain di level internasional kita akan melihat apakah mereka ada kemajuan atau peningkatan atau sebaiknya,” ungkapnya.
Imam menegaskan, pihaknya berhak melakukan promosi maupun degradasi. Kalau dalam waktu satu tahun ternyata tidak ada peningkatan, maka atlet lapis kedua yang akan menggantikan mereka. Karenanya, penting bagi Kemenpora untuk memantau raihan prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat beberapa waktu lalu. “Beberapa atlet yang mendapat medali emas itu betul-betul kita pantau apakah mereka masuk dalam kriteria di pelatnas atau tidak. Karena bisa jadi secara umur tidak memungkinkan, secara waktu untuk 2018 tidak memungkinkan lagi,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah tidak menyia-nyiakan melakukan pemusatan latihan yang sistematis, terstuktur, terencana dengan pendekatan sport science yang dilakukan di kawasan Cibubur. Kawasan akan dijadikan olympic centre, yang di dalamnya ada asrama atlet, ada dining hall, ada tempat-tempat untuk latihan, dan bahkan ada kawasan sport medis dan sport science di dalamnya. “Jadi perkembangan atlet setiap saat itu bisa dipantau. Itu di luar pelatnas cabang olahraga yang sudah ada, seperti badminton di Cipayung, kemudian pencak silat di Taman Mini, dan beberapa cabang olahraga yang lain,” tandasnya.(ekaf)

















