PALEMBANG, fornews.co – Rasa bahagia menjadi salah satu faktor yang akan sangat mempengaruhi pikiran. Tak hanya itu, rasa bahagia, pikiran positif juga dapat lebih mempercepat penyembuhan penderita COVID-19.
Pasalnya, dengan rasa bahagia dan pikiran yang positif sistem imun akan terbangun. Hal ini sebagaimana dirasakan oleh salah seorang warga Ogan Komering Ilir yang sembuh dari COVID-19 tak lama setelah mendapat kabar bahagia dari sang anak.
Melansir laman Psychology Today, riset yang meneliti lebihd ari 300 orang sehat telah membuktikan hal tersebut. Dalam riset tersebut, peneliti menganalisis kemungkinan peserta mengalami flu.
Dari hasil riset, terbukti bahwa mereka yang tidak berbahagia tiga kali lipat besar risikonya untuk terserang flu daripada mereka yang berbahagia.
Tak hanya itu, untuk membangkitkan rasa bahagia juga bisa dilakukan dengan self acceptance atau penerimaan diri. Saat mempraktikkan self acceptance, maka Anda akan bisa menerima diri sendiri sepenuhnya, baik itu sisi baik maupun buruk, tanpa syarat, tanpa pertanyaan berlebihan, dan tanpa pengecualian.
Selama ini, mungkin banyak orang menekankan bahwa kita harus percaya dengan kelebihan yang dimiliki diri sendiri. Hal tersebut tidaklah salah, namun, menerima segala kekurangan diri sendiri juga tidak kalah pentingnya.
Kita harus menyadari bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Justru dengan menerima kekurangan diri sendiri, kita bisa mulai menyusun rencana perbaikan untuk masa depan yang lebih baik.
Self acceptance kerap disamakan dengan self esteem atau kemampuan untuk menghargai dan menilai kemampuan sendiri. Dilansir dari sehatq.com, Kamis (15/10), bahwa dua hal ini sedikit berbeda. Orang yang memiliki self esteem yang baik, akan menganggap bahwa dirinya bermanfaat dan patut untuk melakukan suatu hal, karena memiliki kemampuan.
Sementara self acceptance, memiliki cakupan yang lebih luas. Orang yang bisa mempraktikkan self acceptance, tidak hanya akan punya self esteem yang baik, tapi juga bisa menerima kekurangan sebagai bagian dari dirinya.Saat sudah bisa mempraktikkan penerimaan diri, maka Anda bisa mencintai diri sendiri apa adanya.
Meski begitu, bukan berarti hal ini akan membuat diri berhenti berkembang. Justru dengan menyadari kelemahan dan kekurangan diri, Anda bisa mulai mengevaluasi diri dan mengetahui hal-hal yang bisa diperbaiki.
Tanpa self acceptance, kita jadi mudah iri dengan orang lain, karena self acceptance bisa jadi salah satu kunci bahagia? Sebab dengan menjalaninya, Anda bisa menyaring pikiran-pikiran negatif yang membawa tekanan ke dalam pikiran dan jiwa. Orang yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan self acceptance, akan cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain.
“Kenapa ya, dia bisa juara kelas sedangkan aku tidak?” “Enak ya jadi dia, di umur segini sudah sukses.” “Aku ingin jadi dia, punya rumah, punya pasangan, dan keluarga yang bahagia.”
Pikiran di atas pasti pernah terlintas di pikiran sebagian besar orang, dan hal tersebut sebenarnya wajar. Namun jika pikiran tersebut terus menghantui dan membuat Anda selalu membandingkan diri dengan orang lain, di situ masalah akan muncul.
Anda perlu ingat bahwa bukan kewajiban Anda untuk mengejar pencapaian yang sama dengan teman sebaya. Semua orang memiliki lini masanya masing-masing dan justru itu yang membuat hidup lebih berwarna. Menjadi diri sendiri adalah hal yang istimewa, karena sampai kapanpun, kita tidak akan pernah bisa benar-benar sama dengan orang lain, meski sudah mati-matian mencoba.
Dengan mempraktikkan self acceptance, kebiasaan membandingkan yang dapat membuat hidup menjadi lebih rumit ini, bisa dikurangi. Sebab, kita yang mengetahui kekurangan, kelebihan, kemampuan, dan perasaan yang sedang terjadi pada diri sendiri.
Untuk bisa menjalani praktik self acceptance, tentu bukan hal yang mudah. Namun, Anda bisa memulainya dengan mencoba tips-tips di bawah ini.
1. Tetapkan niat dan tujuan
Semua hal harus diawali dengan niat. Dengan adanya niat yang baik, maka kita bisa mengubah cara berpikir yang semula dengan rasa bersalah, malu, dan ragu, menjadi penuh penerimaan, kepercayaan, dan toleransi. Dengan adanya niat dan tujuan yang baik, Anda akan sadar bahwa pikiran negatif, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, tidak akan membuat hidup lebih baik.
2. Kenali kelebihan diri sendiri
Tidak sedikit orang yang jika ditanya, “Apa kelebihanmu?” akan menjawab, “Tidak tahu.” Padahal, setiap manusia memiliki kelebihan, begitupun dengan Anda.Jika tidak percaya, coba masuk lebih dalam ke dalam pikiran dan memori bahagia yang tersimpan, lalu tuliskan hal-hal apa yang bisa membuat Anda bertahan hingga sekarang.Mulai dengan menulis hal-hal sederhana yang umum, seperti, “Saya adalah orang baik.” Dari situ, Anda akan mulai terpikir kelebihan-kelebihan lain yang lebih spesifik seperti, “Saya pintar dalam hal yang berbau kreatif,” dan lain-lain.
3. Pahami orang-orang di sekitar
Tidak bisa dipungkiri, orang-orang yang ada di sekitar Anda memiliki pengaruh yang cukup besar akan perkembangan diri. Jadi, coba kenali lagi, adakah teman yang justru membuat Anda merasa rendah diri dan tidak percaya diri? Jauhkan diri Anda dari orang-orang yang memberikan dampak negatif dan mulailah membuat mencari orang lain yang bisa dijadikan support system atau memberikan dukungan. Dukungan yang dimaksud bukan hanya pujian, tapi juga kritik membangun yang dapat membuat diri Anda menjadi lebih baik dan ingin maju, bukan membuat rendah diri dan menyalahkan diri sendiri.
4. Maafkan diri sendiri
Berkutat pada penyesalan, bisa membuat kita sulit menjalankan self acceptance. Jadi, maafkanlah diri Anda dan move on.
5. Redam kritikan berlebih terhadap diri sendiri
Terkadang, kita bisa menjadi kritikus paling keras untuk diri kita sendiri. Tentu, menyadari kesalahan dan menyadari bahwa kita butuh perbaikan adalah hal yang baik, tapi tentu ada batasannya.Jika kritik dalam pikiran kita sudah terlalu jahat, akan sulit bagi diri Anda untuk menerima bahwa manusia juga bisa salah dan kesalahan itu bukanlah akhir dari segalanya.
6. Menerima kegagalan
Diri Anda saat ini, mungkin bukanlah yang dulu dibayangkan. Misalnya dulu Anda membayangkan bahwa di usia 25 tahun, sudah punya rumah, dan pekerjaan tetap. Namun pada kenyataannya belum. Hal ini bisa mengecewakan, tapi memori kegagalan janganlah semata-mata dihilangkan. Sebaliknya, terimalah kondisi tersebut dengan tangan terbuka dan jadikan itu sebagai pelajaran. Selanjutnya, lanjutkan hidup dengan menjadi diri sendiri, tentu dalam versi yang lebih baik.
7. Berbuat baik kepada orang lain
Berbuat baik kepada orang lain, akan menenangkan hati dan membuat Anda bisa menerima bahwa Anda masih bisa berguna. Jadi, jangan lagi bingung jika ditanya tentang kelebihan yang Anda miliki. Senang menolong adalah kelebihan yang tidak semua orang bisa miliki.
8. Sadar bahwa self acceptance adalah jalan untuk maju, bukan berhenti
Menjalani self acceptance, berarti melepaskan masa lalu dan hal-hal yang tidak bisa kita kontrol. Jadi wajar saja jika ada hal-hal yang terjadi tidak sesuai keinginan. Dengan meresapi hal itu, Anda bisa tergerak untuk maju dan menjalani hidup sebaik-baiknya, sambil tahu batasan dan penerimaan akan hasil apapun yang mungkin terjadi. (ads/rif)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun
















