PALEMBANG, fornews.co – Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumsel nomor urut 1, Herman Deru – Mawardi Yahya (HD-MY) mengklaim mengungguli Paslon Dodi Reza Alex – Giri Ramanda dengan gap sekitar 5,32%.
Sekretaris Tim Pemenangan HD-MY, Rebo Iskandar mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah membentuk Tim Satgas Sistem Pengamanan Suara yang berjumlah 100 orang atau disebut Tim 100.
Untuk ditiap kabupaten/kota, Tim 100 menempatkan 5 orang, untuk mengawal perolehan suara paslon HD-MY saat rekapitulasi suara. Khusus di Palembang, tim ini mengerahkan 8 orang dan di KPU Sumsel akan ditempatkan 12 orang untuk memantau rekapitulasi suara tingkat provinsi. “Hasil real count Tim 100 ini didapat dari data C1 KWK. Kami menjamin, hasil real count tim ini merupakan hasil sesuai fakta perolehan suara dilapangan,” ungkapnya, saat memberikan keterangan pers di Hotel Peninsula, Selasa (03/07).
Sementara, Ketua Tim Advokasi HD-MY Dhaby Gumayra menjelaskan, bahwa Tim 100 ini merupakan suport sistem dari tim besar yang sudah berdarah darah selama lima bulan mencari suara. Jadi tim suara ini menjaga suara yang sudah dicari tim besar.
“Sistemnya sama seperti yang dilakukan KPU, bahkan bisa di klaim mungkin yang lebih baik dari KPU. Kami yakin data ini final, karena data primernya C1. Kita juga tidak mau menang hanya sebatas ini, tapi akan menang hingga titik yang penghabisan,” jelasnya.
Hasil dari perhitungan Tim 100 tersebut, papar Dhaby, Paslon HD-MY mengungguli Paslon Dodi Reza-Giri Ramanda dengan angka 5,32%. Paslon HD-MY memperoleh 1.383.196 suara atau 36,17%, Dodi-Giri memperoleh 1.179.705 suara atau 30,85%. Kemudian, Pasangan Ishak Mekki-Yudha Pratomo dengan perolehan 825.937 atau 21,60%, serta Pasangan Aswari Rivai-Irwasnyah 435.293 suara atau 11,38%.
“Memang kita hanya menang di lima daerah, yakni OKU Timur, OKU Selatan, Prabumulih, Ogan Ilir dan Palembang. Tapi jumlah keunggulan suaranya sangat signifikan,” paparnya.
Terkait kemungkinan bagi paslon lain meminta Pemungutan Suara Ulang (PSU), Dhaby menuturkan, bahwa syarat untuk melakukan PSU cukup banyak, diantaranya permasalahan di TPS, sementara tim HD-MY telah memilik from C2 yang nihil sanggahan. Kemudian, PSU bisa dilakukan jika adanya pemilih yang memilih lebih dari satu kali. Namun bukti di lapangan dari form C2 yang dikumpulkan, tidak ada coretan yang artinya tidak ada permasalahan di TPS.
“Hanya satu saksi TPS yang mengisi form C2 tepatnya di kawasan Sematang Borang, namun setelah diteliti pihaknya tidak lagi ada persoalan. Aturannya, jika nihil sanggahan tidak mungkin dilakukan PSU. Kalaupun ada permasalahan yang diajukan paslon lain, kami sudah siap,” tandasnya. (tul)

















