JAKARTA, fornews.co – Semua daerah yang menandatangani nota kesepahaman (MoU) Gerakan Menuju 100 Smart City tahap kedua, akan mendapatkan pendampingan menyusun master plan.
“Pendampingan tersebut dilakukan oleh akademisi dan praktisi smart city dari berbagai institusi seperti Universitas Indonesia, ITB, Perbanas dan UMN,” jelas Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, pada acara penandatanganan nota kesepahaman Gerakan Menuju 100 Smart City tahap kedua, di Hotel Redtop Jakarta, Selasa (08/05).
Rudiantara menerangkan, master plan yang dihasilkan itu akan mencakup rencana pembangunan smart city di masing-masing kabupaten/kota dalam 5-10 tahun ke depan. Selain itu, setiap daerah juga akan memiliki program pintas yang hasilnya bisa dirasakan masyarakat dalam setahun ke depan.
“Smart city ini tak hanya pemenuhan atas kebutuhan teknologi saja. Kita harus mendefinisikan dulu, manfaat apa yang ingin diberikan kepada masyarakat, baru kemudian mencari teknologi yang relevan,” terangnya.
Menkominfo melanjutkan, sebenarnya Gerakan menuju Smart City sudah bergulir sejak 2017. Saat itu, 25 kabupaten/kota terpilih mengikuti kegiatan ini. Sementara, 25 kabupaten/kota lainnya ditargetkan mengikuti kegiatan ini pada tahun depan.
“Pemilihan kabupaten/kota untuk mengikuti kegiatan ini, dilakukan melalui seleksi dengan melihat berbagai parameter. Seperti kondisi keuangan daerah, peringkat dan status kinerja penyelenggara pemerintah daerah, berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri, serta indeks Kota Hijau yang diterbitkan Kementerian PUPR,” ungkapnya.
Awalnya, tambah Rudi, ada 120 kabupaten/kota terpilih menjadi kandidat untuk mengikuti proses assesment di Jakarta. Kesiapannya diukur melalui visi kepala daerah, kelengkapan infrastruktur, serta regulasi dan SDM yang mengacu pada konsep pemerataan dan Nawa Cita.
Sementara, Plt Bupati Muba, Beni Hernedi menuturkan, penandatangan komitmen tersebut dikuti oleh 50 wali kota dan bupati. “Penandatanganan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan, yang bertujuan mendorong pemanfaatan teknologi dalam menjawab permasalahan sekaligus mendorong potensi di daerah masing-masing,” tandasnya. (tul)

















