SEKAYU, fornews.co – Anak-anak berkebutuhan khusus (Disabilitas) yang berusia di atas 12 tahun di Kota Sekayu dijemput personel TNI dan Polri untuk dibawa ke lokasi vaksinasi COVID-19, Kamis (16/12/2021).
Penjemputan door to door ini, karena Pemkab Muba bersama Badan Intelejen Negara (BIN) Sumsel menggelar vaksinasi massal, yang memang menyasar pelajar dan Disabilitas.
Plt Bupati Muba, Beni Hernedi mengatakan, saat ini tingkat vaksinasi di Kabupaten Muba sudah mencapai 75 persen lebih. Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), setiap kepala daerah harus memberi perhatian khusus terhadap pelaksanaan vaksin ini. Apalagi, akhir tahun 2021 ini setiap daerah harus mencapai 80 persen.
Pelaksanaan vaksinasi ini, sambung Beni, tidak hanya dilakukan Pemkab Muba tapi secara bergotong royong bersama TNI, Polri, organisasi, lembaga dan BIN yang ikut gotong-rotong pelaksanaan vaksinasi massal ini.
“Tentu kami sangat apresiasi. Hari ini vaksinasi menyasar para kaum disabilitas yang berusia di atas 12 tahun, kita perlakukan secara khusus dengan jemput door to door, kalau tidak demikian tentu mereka alan kesulitan untuk mendatangi lokasi suntik vaksin COVID-19 ini,” kata dia, di sela-sela pelaksanaan vaksinasi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sekayu, Kamis (16/12/2021).
Beni mengungkapkan, pemberian vaksin merupakan satu upaya paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19dan vaksin juga dapat memicu sistem imunitas tubuh untuk melawan virus corona.
“Dengan begitu, risiko untuk terinfeksi virus ini lebih kecil, kalau seseorang yang sudah divaksin tertular COVID – 19, vaksin bisa mencegah terjadinya gejala yang berat dan komplikasi,” ungkap dia.
Sementara, Kepala Binda Sumsel, Brigjen TNI Armansyah SH melanjutkan, pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Muba sudah berulang kali mereka lakukan secara kolaborasi melalui Dinas Kesehatan.
“Penyandang Disabilitas termasuk salah satu komponen yang rentan terhadap virus COVID-19, oleh karena itu perlu perhatian khusus bagi penyandang disabilitas supaya mereka dapat kesetaraan dalam hal pelayanan publik,” tandas dia. (aha)
















