PALEMBANG, fornews.co – PT Angkasa Pura II mulai menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh petugas pelayanan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Rabu (24/03/21).
Executive General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang, Tommy Ariesdianto mengungkapkan, program vaksinasi dari pemerintah ini bentuk dukungan kepada pihaknya dalam memberikan pelayanan transportasi udara kepada masyarakat. Menurutnya, vaksinasi bagi petugas bandara ini penting dilakukan agar masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk bepergian melalui Bandara SMB II Palembang.
“Kami harapkan dapat menambah kepercayaan pengguna jasa transportasi udara, jelang arus mudik,” jelas Tommy dibincangi di Bandara SMB II Palembang, Rabu.
Vaksinasi diberikan kepada seluruh petugas bandara. Namun, agar tidak membuat kerumunan, pelaksanaannya dilakukan bertahap. “Untuk tahap pertama ini sekitar 150 petugas, selanjutnya kami sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Palembang untuk menggelar tahap berikutnya di bulan April,” kata dia.
Adapun prioritas penerima suntik vaksin Covid-19 adalah petugas frontliner yang bertatap muka langsung dengan traveler, seperti personel Aviation Security, Customer Service, Check In Counter, dan Pasasi. Begitu juga petugas operasional dari Airlines dan Airnav. Dengan begitu, mereka akan semakin percaya diri dan optimal memberikan pelayanan.
“Vaksinasi ini juga bersamaan dengan masyarakat lansia yang terdata di puskesmas terdekat,” terang dia.
Plt Kepala Dinkes Palembang, Fauzia mengatakan, kegiatan vaksinasi di bandara ini melibatkan Puskesmas Talang Betutu dan RSI Az-Zahra Palembang. Adapun alasan masyarakat lansia ikut disuntik vaksin di bandara merupakan bentuk komitmen pihak Bandara SMB II untuk membantu program pemerintah dalam menjangkau penerima vaksin usia lanjut.
“Lansia menjadi prioritas pemerintah untuk ditingkatkan imunitasnya dengan vaksinasi. Angkasa Pura berkomitmen untuk turut bergerak bersama,” ujarnya.
Total lansia yang telah divaksin, sebutnya, sekitar 20.000 orang yang diberikan secara bertahap. Total target 53.000 lansia. Diakuinya, kendala vaksinasi lansia yakni umumnya butuh dukungan mobilitas, perlu ditemani ke lokasi vaksinasi. “Ke depan kami akan gandeng taksi dan ojek online untuk dapat memberi tumpangan bagi lansia ke lokasi vaksinasi,” cetusnya. (yas)
















