PALEMBANG, fornews.co – Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya tengah menyoroti kontribusi perusahaan yang beroperasi di wilayah Sumsel. Menurutnya, perusahaan atau siapa pun yang berinvestasi di Sumsel harus melibatkan tenaga kerja dari masyarakat setempat.
“Ini harapan pak gubernur (Herman Deru) dan saya. Siapa pun yang berinvestasi di Sumsel harus punya kontribusi paling tidak bagi warga yang tinggal di sekitar tempat perusahaan ini beraktivitas,” tegasnya saat menghadiri rapat lanjutan ruang lingkup Asisten Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan di Ruang Rapat Bina Praja, Kamis (11/10).
Ditegaskan, bila perlu dibuatkan perjanjian khusus bagi para perusahaan atau investor yang akan masuk ke Sumsel agar merangkul tenaga kerja dari masyarakat setempat. Hal ini diyakini Mawardi mampu mengurangi kemiskinan dan mengangkat perekonomian masyarakat.
“Banyak sekali perusahaan dan industri di Sumsel. Dan ini perlu kita dorong agar mereka melibatkan masyarakat sekitar tempat mereka beroperasi. Perusahaan industri di kita ini banyak jangan sampaikan rugikan Pemda. Karena tujuan investasi itu bantu pembangunan Pemprov Sumsel” ungkapnya.
Lebih lanjut Mawardi mengatakan, hal ini menjadi prioritas kebijakan HDMY. Untuk itu diapun meminta Dinas Perindustrian segera mendata perusahaaan yang ada. “Mereka ini kan berusaha di Sumsel, jadi harus ada sumbangsihnya, termasuk juga misalnya membantu membangun infrastruktur,” tegas Mawardi.
Selain membahas hal tersebut, rapat itu juga mengupas soal permasalahan dan kesulitan-kesulitan di tiap-tiap OPD untuk dicarikan solusi dan jalan keluarnya.
Sementara itu, Kadis Perindustrian Provinsi Sumsel, Ernila Rizar mengatakan, rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Sumsel 2017-2037 memang sudah dengan visi-misi HDMY.
“Misinya antara lain membangun Sumsel berbasis ekonomi kerakyatan yang didukung sektor pertanian, industri dan UMKM yang tangguh untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan baik di perkotaan maupun di pedesaan,” ungkapnya.(bas)

















