JAKARTA, fornews.co — Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan seluruh pedagang, pengecer, dan distributor beras wajib menurunkan harga jual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Saat ini, harga beras premium di pasar masih berada di kisaran Rp15.900 per kilogram, padahal seharusnya hanya Rp14.900 per kilogram.
“Mulai hari ini, semua pihak di rantai distribusi beras wajib patuh pada regulasi harga. Jika melanggar, akan diberi surat teguran. Bila diabaikan, izinnya akan dicabut. Itu sudah jelas diatur dalam peraturan pemerintah,” tegas Amran dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Beras bersama Kementerian/Lembaga dan Satgas Pangan Polri di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025.
Amran mengapresiasi langkah cepat Satgas Pangan Polri yang telah melakukan penindakan terhadap pelanggaran harga di sejumlah daerah.
Langkah tersebut berdampak positif terhadap penurunan harga di tingkat pasar. Namun, Presiden tetap meminta agar harga beras bisa turun lebih jauh lagi karena stok nasional sangat mencukupi.
Menurut Amran, kunci pengendalian harga beras nasional terletak pada dua hal yaitu intervensi pasar dan penegakan hukum.
“Presiden sebagai panglima pangan menegaskan harga beras harus turun. Pemerintah tidak akan ragu bertindak terhadap pelanggar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini berada pada level tertinggi sejak Indonesia merdeka, mencapai 3,8 juta ton di Perum Bulog.
Dari jumlah itu, sekitar 1 juta ton disiapkan untuk operasi pasar, dengan cadangan tambahan 1,7 juta ton yang siap digerakkan kapan pun dibutuhkan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, naik signifikan dari tahun sebelumnya sebesar 29,47 juta ton.
Total produksi hingga akhir tahun diperkirakan melebihi 34 juta ton.
Amran menegaskan, dengan kondisi stok dan produksi yang melimpah, tidak ada alasan harga beras tetap tinggi.
“Stok kita banyak, produksi naik, jadi tidak ada alasan harga mahal. Presiden telah memerintahkan agar harga segera turun sesuai HET, dan kami pastikan itu terjadi,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga ketersediaan dan stabilitas beras merupakan hasil kerja sama lintas sektor antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, TNI, Polri, Kejaksaan, dan pemerintah daerah.
“Kolaborasi yang kuat ini menjadikan stok pangan kita aman dan harga bisa kembali stabil,” pungkasnya.

















