YOGYAKARTA, fornews.co—Sebanyak 139 pejabat dari eselon IIB, IIIA, IIIB, IVA, dan eselon IVB, di lingkup Pemerintahan Kota Yogyakarta dilantik.
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti , mengatakan jabatan baru adalah semangat baru dan bukan sekadar berganti jabatan lama dengan baru.
Namun, sambungnya, jabatan baru adalah gebrakan baru, dan sudah seharusnya pula para pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri dengan tempat kerja yang baru.
“Termasuk dalam sistem penganggaran di era adaptasi kebiasaan baru,” kata Wali Kota Haryadi Suyuti, di Ghra Pandawa Balaikota Yogyakarta, Selasa.
Para pejabat yang baru dilantik itu diharapkan memiliki keyakinan yang kuat mengenai kebutuhan akan perubahan, terlebih memasuki kebiasaan baru sehingga siapa pun harus menyesuaikan pola piker dan perilaku, serta budaya kerja.
“Bahkan melakukan terobosan yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” jelas Wali Kota Yogya.
Ada tiga hal, menurut Wali Kota Yogya, yang harus menjadi perhatian. Pertama, adalah paradigma baru Gandeng-Gendong.
Gandeng-Gendong tidak semata berkaitan dengan jamuan kuliner, namun di era saat ini Gandeng Gendong dapat diterapkan pada bidang lainnya.
“Mengingat saat ini jamuan sangat dibatasi, sehingga makna Gandeng-Gendong diperluas menjadi semangat saling menggandeng dan menggendong, membantu masyarakat untuk lebih mengangkat kualitas hidupnya,” katanya.
Kedua, adalah visi misi Pemerintah Kota Yogyakarta. Para pejabat yang baru saja dilantik agar mampu menerjemahkan dan menerapkan visi misi, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
“Mewujudkan visi misi membutuhkan kerja sama dan saling koordinasi,” ungkap Wakil Wali Kota, Haryadi Suyuti.
Untuk itu, pihaknya mengajak mengedepankan semangat kebersamaan dan keberhasilan instansi di lingkup Pemerintah Kota Yogyakarta.
Ketiga, kata Wali Kota Yogya, adalah persiapan kelembagaan 2021.
Dalam pelantikan pejabat itu, menurut Wali Kota, juga menjadi sarana persiapan memasuki 2021, di mana terdapat susunan perombakan kelembagaan baru.
Diakui Wali Kota, Haryadi, banyak tugas-tugas berat yang saat ini harus diselesaikan, meski secara internal pihaknya baru melakukan penataan-penataan, baik kelembagaan maupun personil.
“Saya memahami bahwa tugas-tugas yang harus diselesaikan pada saat ini sangat berat. Secara internal kita baru mengadakan proses penataan-penataan, baik kelembagaan maupun personil,” ujar Wali Kota Yogya.
Wali Kota Yogya itu berpesan, agar seluruh karyawan di lingkungan Pemerintah Kota Yogya mampu memproyeksikan kebutuhan organisasi di masa depan.
“Saya minta saudara-saudara untuk memahami dan menyadari sungguh-sungguh situasi ini,” pesannya.
“Sanggup bekerja sesuai target, dan bukan lagi berdasarkan kebiasaan atau rutinitas semata.”
Menurut Wali Kota, apa yang telah dilakukan itu sejalan dengan perkembangan ekologi birokrasi, baik internal maupun eksternal.
“Bahkan termasuk internasional,” katanya.
Hal itu, sambungnya, menuntut melakukan transformasi birokrasi.
Artinya, diperlukan perubahan pada semua aspek birokrasi, baik dari sistem personil maupun budaya birokrasi.
Secara konseptual kelembagaan baru itu adalah untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, responsif dan akuntabel, agar mampu menjawab tuntutan perkembangan jaman dan akuntabilitas kepada publik. (adam)

















