PURWOREJO, fornews.co – Gubernur Jawah Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menyampaikan permintaan maaf dan bertanggung jawab atas kejadian terhadap masyarakat Desa Wadas, Purworejo.
“Pertama saya ingin menyampaikan minta maaf kepada masyarakat, wabil khusus masyarakat Purworejo, wabil khusus yang ada di Wadas, karena kejadian kemarin mungkin ada yang merasa tidak nyaman dan saya yang tanggung jawab,” kata Ganjar, melalui akun instagram @ganjar_pranowo, Rabu (9/2/2022).
Ganjar mengungkapkan, Selasa kemarin malam dia cukup intens komunikasi dengan Kapolda dan Wakapolda untuk memantau perkembangan yang ada di Wadas.
“Kami sudah berkomunikasi dan sudah bersepakat masyarakat yang kemarin diamankan Insyaallah hari ini akan dilepas untuk dipulangkan,” ungkap dia.
“Kami juga kominikasi dengan Komnas HAM dan sepakat dengan itu. Karena selama ini diantara kami berkomunikasi sangat intens terkait itu,” tandas dia.
Seperti diketahui, ada pengukuran tanah yang akan jadi lokasi proyek Waduk Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah.
Desa Wadas tiba-tiba dikepung ribuan aparat kepolisian sejak Senin (7/2/2022) kemarin. Masuknya aparat ke Desa Wadas itu dimulai dengan apel yang berlangsung di Purworejo, kemudian mendirikan tenda di Lapangan Kaliboto yang berlokasi di belakang Polsek Bener.
Dari penuturan warga Desa Wadas, malam setiap hari, terjadi pemadaman listrik di Desa Wadas. Sementara desa-desa lainnya tetap menyala.
Berikutnya, pada Selasa (8/2/2022) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, seorang warga Desa Wadas ditangkap polisi saat sarapan sambil melihat kondisi di sekitar Polsek Bener.
Ketika itu, warga tersebut secara kebetulan akan berangkat ke Kota Purworejo bersama istrinya. Kemudian istrinya kembali ke Wadas. Sampai saat ini, satu warga tersebut masih belum diketahui kabar dan keberadaannya.
Pukul 09.00 WIB, pengukur dari BPN Purworejo mulai memasuki Desa Wadas. 30 menit, akses masuk ke Desa Wadas di sekitar Polsek Bener mulai dipadati polisi. Lalu pukul 10.00 WIB, beberapa mobil polisi memasuki Wadas dan poster-poster yang tertarik terhadap (proyek) penambangan di Desa Wadas.
Sekitar 10.48 WIB, penggunaan aparat kepolisian berhasil memasuki Desa Wadas motor, mobil, juga ada yang berjalan kaki. Berlanjut pukul 12.00 WIB, aparat kepolisian mengepung dan menangkap warga yang sedang mujahiddah di masjid. Sedangkan proses pengukuran yang dilakukan di hutan tetap berjalan.
Pukul 12.24 WIB aparat kepolisian mendatangi ibu-ibu yang sedang membuat besek di posko-posko jaga dan merampas semua barang mereka. (aha)

















