JOGJA, fornews.co — Kelurahan Cokrodiningratan berhasil memanfaatkan lahan sempit perkotaan melalui budidaya mina padi belut dengan masa panen 90 hari.
Dalam memadukan tanam padi dengan budidaya belut, warga Kelurahan Cokrodiningratan, menggunakan 3.000 galon setara 1 hektare lahan pertanian.
Lurah Cokrodiningratan, Andityo Bagus Baskoro, mengatakan program budidaya mina padi belut sekaligus mendukung inisiatif Sego Saklawuhe.
Sego Saklawuhe adalah gerakan ketahanan pangan mandiri yang diinisiasi oleh Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo pada 14 Mei 2025.
Program budidaya mina padi belut juga merupakan pengembangan sektor ekonomi masyarakat di bidang ekonomi kreatif sebagai ketahanan pangan.
Pengembangan ketahanan pangan tidak hanya berwujud budidaya mina padi belut, warga Kelurahan Cokrodiningratan bahkan memproduksi produk lokal seperti minuman jahe merah, bolen sawo, peyek, mochi, abon lele, hingga kerupuk telor asin dan terong.
Selain produk makanan dan minuma lokal, warga Kelurahan Cokrodiningratan juga memiliki program Grebek Tuntas dan Kelon Canting.
Kelon Canting adalah kelas offline dan online untuk mencegah stunting di wilayah kelurahan setempat yang bekerja sama dengan TP-PKK.
Kata Lurah Andityo, meski fokus pada ketahanan pangan, pihaknya juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
Atas keberhasilan tersebut, Kelurahan Cokrodiningratan ditunjuk Pemerintah Kota Jogja untuk mewakili Lomba Kelurahan Tingkat DIY 2025.
“Kelurahan Cokrodiningratan dipercaya sebagai perwakilan Kota Jogja dalam ajang Lomba Kelurahan Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2025,” pungkasnya.

















