SEKAYU, fornews.co – Dinkes Muba mendukung penuh Program Indonesia Sehat demi meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Setidaknya, Dinkes telah melakukan berbagai upaya penguatan pelayanan dan fasilitas kesehatan di rumah sakit.
Program Indonesia Sehat adalah program dari agenda ke-5 nawacita Presiden Jokowi. Program ini merupakan program utama Pembangunan Kesehatan sudah masuk Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I. Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015.
Kadinkes Muba, dr Azmi Dariusmansyah mengatakan, Program Indonesia Sehat menjadi program prioritas jangka menengah instansi yang dipimpinnya.
“Saat ini Dinkes bersama (pusat kesehatan masyarakat) PKM terus melakukan pendataan kepada masyarakat melalui pendekatan keluarga. Karena dengan strategi ini diyakini bisa mewujudkan Indonesia Sehat,” katanya, Selasa (07/05).
Untuk wujudkan program tersebut, Dinkes Muba telah melakukan upaya-upaya untuk memenuhi kriteria program Indonesia Sehat, yakni dengan penguatan pelayanan di FKTP (Fasilitasi Kesehatan Tingkat Pertama) di dua Rumah Sakit, di Bayung Lencir dan Sungai Lilin.
Kemudian melakukan akreditasi pusat kesehatan masyarakat (PKM) di RSUD Bayung Lencir dan Sungai Lilin. Serta melakukan pendataan pada seluruh PKM di Muba.
“Sasaran dari Program Indonesia Sehat yakni meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat, melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan,” paparnya.
Sasaran ini, imbuh Azmi, sesuai dengan sasaran pokok RPJMN 2015-2019, yaitu meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, meningkatnya pengendalian penyakit, meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN kesehatan. Kemudian terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, serta meningkatnya responsivitas sistem kesehatan.
Dalam Program Indonesia Sehat, lanjut dia, pihaknya terus melakukan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di setiap Puskesmas. Pihaknya mewajibkan petugas PKM mendata seluruh keluarga yang ada di wilayah kerja masing-masing.
“Pendataan yang biasa dilakukan dengan kunjungan rumah (keluarga) ini harus dilakukan secara terjadwal dan rutin.Nah
nantinya, Puskemas bisa memanfaatkan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga (family folder) ini untuk intervensi masalah kesehatan yang ditemui,” ungkapnya.
Dengan pola kerja inilah petugas Puskesmas nantinya bisa memanfaatkan data hasil PIS-PK ini untuk melakukan intervensi awal dan intervensi lanjut dari permasalahan yang ditemukan dalam keluarga tersebut.
“Kita berharap PIS PK bisa terealisasi secara keseluruhan, sehingga kita mempunyai data dasar sebagai acuan dalam program kesehatan,” tukasnya.(bas)

















